Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Makassar, Catat Waktunya!

LeoMN
Jadwal imsyakiah Ramadan 1447 Hijriah untuk wilayah Makassar. Foto: Ilustrasi iNews Celebes

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Umat Muslim di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai mempersiapkan diri menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Salah satu informasi penting yang dibutuhkan selama bulan puasa adalah jadwal imsyakiah sebagai pedoman waktu sahur dan berbuka.

Jadwal imsyakiah memuat waktu imsak, Subuh, terbit matahari, Zuhur, Asar, Magrib (waktu berbuka), hingga Isya.

Penetapan jadwal ini biasanya merujuk pada perhitungan hisab dan rukyat yang dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Berikut gambaran waktu imsak dan berbuka untuk wilayah Kota Makassar pada awal Ramadan 1447 H  berdasarkan data dihimpun dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan.

Imsak: sekitar pukul 04.42 WITA

Subuh: sekitar pukul 04.52 WITA

Zuhur: sekitar pukul 12.20 WITA

Asar: sekitar pukul 15.31 WITA

Magrib (Berbuka): sekitar pukul 18.23 WITA

Isya: sekitar pukul 19.37 WITA

Waktu tersebut dapat mengalami sedikit perubahan menyesuaikan pergerakan matahari setiap harinya selama Ramadan.

Sementara itu Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan 1447 H/2026 M sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial dan harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Ramadan harus menghadirkan dampak yang tidak hanya terasa secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan kebangsaan.

“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kesalehan sosial dan merawat harmoni kebangsaan. Ia bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah ruhani yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujar Nasaruddin Umar, Rabu (18/22026).

Menag menegaskan, ibadah puasa mengajarkan pengendalian diri dan hidup secara proporsional. Nilai ini penting untuk membangun kehidupan sosial yang adil, tidak eksploitatif, serta berkelanjutan, baik terhadap sesama maupun terhadap alam.

“Ramadan mendidik kita bahwa hidup bukan tentang memuaskan segala keinginan, tetapi tentang kesadaran untuk hidup secara seimbang. Pengendalian diri inilah fondasi bagi keberlanjutan kita sebagai bangsa yang bermartabat,” tegasnya.

Editor : Muhammad Nur

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network