Sosok Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, Keponakan Eks Panglima ABRI Jenderal Feisal Tanjung
GOWA, iNewsCelebes.id – Sosok Kapolres Gowa, Muhammad Aldy Sulaiman, bukan hanya dikenal sebagai perwira polisi aktif, tetapi juga memiliki perjalanan karier yang panjang dan penuh tantangan sejak awal pengabdiannya.
Perwira menengah Polri berpangkat AKBP ini lahir di Medan pada tahun 1985, dari keluarga yang memiliki latar belakang kuat di dunia militer.
Ia merupakan keponakan dari Feisal Tanjung, salah satu tokoh militer yang pernah menjabat Panglima ABRI pada era Orde Baru.
"Beliau berpesan, jika ingin mengabdi dengan masyarakat dan negara jadilah polisi," ucapnya.
Namun demikian, latar belakang keluarga tersebut tidak menjadikannya mendapat jalur khusus dalam meniti karier di kepolisian.
Muhammad Aldy Sulaiman justru menjalani proses seleksi masuk Polri secara umum seperti peserta lainnya, tanpa perlakuan istimewa.
Ia kemudian diterima dan menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian, hingga akhirnya lulus pada tahun 2006.
"Cara mendidik beliau bukan memanjakan, tapi bagaimana kita terbentuk dari nol," katanya.
Setelah resmi dilantik menjadi perwira Polri, Aldy langsung dihadapkan pada realitas tugas yang tidak ringan.
Alih-alih ditempatkan di daerah nyaman, ia justru mendapat penugasan awal di Bengkulu.
“Dinas pertama di Polda Bengkulu. Di sana saya pernah menjabat beberapa posisi, termasuk Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian,” ucapnya.
Di wilayah tersebut, ia mengawali kariernya di bidang reserse kriminal (Reskrim), menangani berbagai kasus kejahatan yang menuntut ketegasan dan keberanian.
Penugasan di Bengkulu menjadi titik awal pembentukan karakter kepemimpinannya sebagai seorang aparat penegak hukum.
Dalam salah satu pengalaman awalnya, Aldy pernah menghadapi situasi berbahaya saat melakukan penangkapan pelaku kejahatan.
Ia bahkan sempat dikeroyok oleh puluhan orang saat bertugas, ketika massa salah paham dan mengira dirinya sebagai pelaku kejahatan.
Peristiwa tersebut menjadi ujian mental sekaligus pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya di kepolisian.
Tidak hanya itu, sepanjang kariernya, Aldy dikenal sebagai sosok yang beberapa kali nyaris kehilangan nyawa saat bertugas.
Ia pernah mengalami kejadian ekstrem, mulai dari hampir tenggelam di laut hingga mengalami luka tembak di kepala saat menghadapi pelaku kriminal.
Karena berbagai pengalaman tersebut, ia bahkan dijuluki sebagai “polisi dengan sembilan nyawa”.
Julukan itu menggambarkan betapa berat dan berisikonya tugas yang ia jalani selama bertahun-tahun sebagai aparat kepolisian.
Seiring waktu, kariernya terus berkembang berkat dedikasi dan konsistensinya dalam menjalankan tugas.
Ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Polri, khususnya dalam bidang penegakan hukum dan operasional.
Pengalaman panjang di lapangan membuatnya memiliki pemahaman yang kuat terhadap dinamika kriminalitas dan sosial masyarakat.
Hal tersebut menjadi modal penting saat ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Kapolres Gowa.
Ia resmi menjabat Kapolres Gowa pada tahun 2025, setelah dilantik oleh Kapolda Sulawesi Selatan.
Sejak awal menjabat, Aldy langsung menunjukkan gaya kepemimpinan yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia meluncurkan berbagai program, salah satunya “Commander Wish/Strong Point” untuk meningkatkan pelayanan dan pengaturan lalu lintas.
Selain itu, ia juga menggagas pendekatan humanis melalui program dialog masyarakat seperti “Ga’de-Ga’de Kamtibmas”.
Program tersebut menjadi wadah komunikasi antara polisi dan masyarakat untuk membangun kepercayaan publik.
Di bawah kepemimpinannya, Polres Gowa juga aktif mendukung program keamanan daerah seperti “Gowa Aman (Masannang)”.
Aldy menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.
Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang kerap turun langsung ke lapangan dalam menangani kasus maupun merespons situasi darurat.
Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menegaskan pentingnya penegakan hukum yang profesional dan tidak emosional.
Menurutnya, masyarakat harus tetap menghargai proses hukum dan tidak mengambil tindakan sendiri.
Prinsip tersebut ia pegang teguh dalam setiap kebijakan dan langkah kepemimpinannya.
Perjalanan hidup dan karier Muhammad Aldy Sulaiman menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga semata.
Dari penugasan awal di daerah hingga menghadapi berbagai risiko nyawa, ia membangun reputasinya melalui kerja keras dan dedikasi.
Kini, sebagai Kapolres Gowa, ia terus berupaya menghadirkan institusi kepolisian yang profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.
"Masyarakat di Gowa menganut budaya Siri na Pacce, namun saya ingin masyarakat Gowa lebih memegang teguh sifat Pacce," tegasnya
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
