PANGKEP, iNewsCelebes.id – Tangis haru keluarga dan kerabat pecah saat mengiringi pemakaman Rusman Hadi, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bertugas menuju lokasi kebakaran lahan.
Jenazah Rusman Hadi dimakamkan di pemakaman setempat di Kampung Sappa, Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Rabu (30/9/2026) siang.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka. Sejumlah keluarga, kerabat, dan rekan kerja turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman, terutama saat jenazah diturunkan ke liang lahad. Isak tangis keluarga yang ditinggalkan pecah mengiringi kepergian almarhum untuk selamanya.
Rusman Hadi mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Batara Siang pada Selasa (29/9/2026), setelah menjadi korban kecelakaan armada Damkar Pangkep yang ditumpanginya saat menuju lokasi kebakaran lahan.
Di mata keluarga, Rusman dikenal sebagai sosok pekerja keras, rajin, suka membantu, dan bertanggung jawab terhadap istri serta anaknya.
Meski berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, almarhum tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Saat libur atau tidak bertugas di kantor, Rusman bekerja sampingan sebagai kurir untuk memperoleh penghasilan tambahan.
Kakak korban, Imran, mengatakan adiknya tidak pernah menyia-nyiakan waktu luang demi menambah pendapatan keluarga.
"Kalau dia off kerja dari dinas, dia biasa ambil sampingan jadi kurir Shopee," kata Imran saat ditemui di rumah duka, Rabu (30/9/2026).
Di tengah duka yang mendalam, Imran berharap insiden kecelakaan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi instansi terkait, khususnya dalam memperhatikan keselamatan personel Damkar yang bertugas di lapangan.
Ia menyoroti pentingnya kelengkapan atribut dan perlengkapan petugas ketika menjalankan tugas pemadaman kebakaran maupun penanganan kondisi darurat lainnya.
Selain evaluasi keselamatan, keluarga juga berharap pemerintah melalui instansi tempat Rusman bekerja dapat memberikan bantuan untuk meringankan beban istri dan anak-anak yang ditinggalkan.
"Saya tidak meminta macam-macam. Yang jelas, instansi bisa membantu meringankan kebutuhan anak-anaknya, walaupun istri yang ditinggalkan," ujarnya.
Kecelakaan yang merenggut nyawa tiga personel Damkar Pangkep tersebut juga menjadi pukulan berat bagi jajaran pemadam kebakaran setempat.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pangkep, Hapiluddin, mengaku kehilangan atas meninggalnya para personel yang selama ini bekerja bersama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Hapiluddin, para personel Damkar memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Mereka selalu berupaya saling membantu ketika menghadapi kebakaran maupun kejadian darurat lainnya.
"Ini adalah pukulan terberat bagi saya pribadi dan bagi teman-teman semua di Damkar. Kita tidak bisa menghindari takdir Tuhan dan takdir Allah. Semoga Allah memberikan kami semangat yang lebih untuk mencetak tenaga-tenaga ahli di kesatuan kami," kata Hapiluddin.
Ia menjelaskan, dalam rombongan petugas yang mengalami kecelakaan tersebut terdapat seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Seksi Evakuasi.
Pasca-insiden tersebut, pihak Damkar menyatakan akan terus memperkuat kapasitas personel dan menyiapkan tenaga-tenaga ahli untuk mendukung kesiapan pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan armada Damkar Pangkep terjadi di Jalan Poros Pangkep-Barru, tepatnya di Kampung Ujung Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.
Saat itu, mobil Damkar yang membawa tujuh personel tengah bergerak menuju lokasi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Labakkang.
Namun, dalam perjalanan, armada tersebut mengalami kecelakaan yang menyebabkan tujuh personel harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari tujuh personel yang menjadi korban, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk Rusman Hadi. Sementara itu, empat personel lainnya masih menjalani perawatan medis.
Kepergian Rusman Hadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan anaknya. Rekan-rekan kerjanya pun kehilangan sosok yang selama ini turut mengabdikan diri dalam pelayanan pemadaman kebakaran dan penanganan keadaan darurat di Kabupaten Pangkep.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
