Antara Cinta dan Gengsi, Film Uang Passolo Angkat Dilema Pernikahan Masa Kini
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Film lokal Uang Passolo resmi diperkenalkan kepada publik melalui acara Gala Premiere yang digelar di XXI Panakkukang Makassar, Senin malam (5/1/2026).
Acara ini menjadi momen istimewa bagi insan perfilman Sulawesi Selatan sekaligus penanda kesiapan film tersebut menyapa penonton nasional mulai 8 Januari 2026.
Gala premiere dikemas dengan nonton bareng bersama pemeran utama. Turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, bersama pelaku industri film.
Disutradarai oleh Andi Burhamzah, film ini diproduseri Adhy Basto bersama Jade Thamrin, dengan dukungan rumah produksi 786 Production, Rumpi Entertainment, dan Timur Pictures.
Deretan pemeran yang terlibat antara lain Imran Ismail, Mashita Asapa, Tumming, Abu, Jade Thamrin, Adhy Basto, hingga Khalifah Intania.
Komedi Realistis Soal Gengsi dan Cinta
Uang Passolo mengangkat kisah Biba (Mashita Asapa), seorang guru dengan keterbatasan ekonomi, dan Rizky (Imran Ismail), videografer pernikahan yang tengah terpuruk.
Keduanya bermimpi menggelar pernikahan sederhana sebagai awal hidup bersama.
Namun, impian itu berbenturan dengan tuntutan keluarga Biba yang menjunjung tinggi gengsi sosial. Demi harapan mendapatkan banyak uang passolo, keluarga bersikeras menggelar pesta mewah lengkap dengan dekorasi mahal, katering besar, hingga elekton dua malam.
Konflik pun berkembang menjadi rangkaian kekacauan dan kekonyolan: daftar tamu yang membeludak, biaya pernikahan yang melonjak, hingga kenyataan pahit tanah keluarga harus digadaikan. Di tengah tekanan finansial dan ekspektasi keluarga, cinta Biba dan Rizky diuji untuk tetap bertahan dan saling menguatkan.
Film ini menyuguhkan cerita yang mengundang tawa, namun juga mengajak penonton merenung tentang arti kebahagiaan, kompromi, dan nilai-nilai yang sering terpinggirkan oleh tuntutan sosial.
Dari Realita Sosial ke Layar Lebar
Produser Adhy Basto mengungkapkan bahwa Uang Passolo merupakan film layar lebar pertamanya sebagai produser sekaligus penggagas ide cerita.
“Tema ini dekat dengan kehidupan masyarakat. Kita sering menemui hal seperti ini di sekitar kita, lalu mencoba menceritakannya lewat film,” ujarnya usai gala premiere.
Film ini menjalani proses produksi selama 26 hari dengan lokasi syuting seluruhnya di Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.
“Karena kebetulan sutradara dan teman-teman dan teman-teman art dapat sosok karakter-karakter lokasinya di sana memang cocok dengan cerita-cerita yang Uang Passolo ini,” katanya.
Sutradara Andi Burhamzah menyebut film ini sebagai potret realitas sosial yang tumbuh dari pengalaman dan lingkungan tempat ia hidup.
“Ada banyak Biba dan Rizky di sekitar kita. Ceritanya bisa kita tertawakan, tapi jika direnungkan, ada sisi pahit dan menyedihkan bagi sebagian orang,” ungkapnya.
Sementara itu, pemeran utama Imran Ismail berharap film ini membuka jalan bagi lebih banyak karya lokal Sulawesi Selatan.
“Setelah Uang Passolo tayang, semakin banyak film yang mengangkat budaya daerah, khususnya Sulawesi Selatan. Film lokal harus bisa menembus nasional, bahkan internasional,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Mashita Asapa, yang menjadikan film ini sebagai debut layar lebarnya.
“Ini pengalaman pertama saya bermain film. Awalnya saya masih bingung dan belum tahu apa-apa. Tapi film ini memberi saya pelajaran baru, pengalaman baru, dan keluarga baru yang membuat saya sangat bangga dan bahagia,” tambahnya.
Dengan balutan komedi, kritik sosial, dan sentuhan budaya lokal, Uang Passolo tak sekadar menyuguhkan hiburan, tetapi juga refleksi tentang cinta, keluarga, dan makna kebahagiaan sejati di tengah tradisi dan gengsi sosial.
Film Uang Passolo dijadwalkan tayang di jaringan bioskop XXI dan CGV di berbagai daerah di Indonesia mulai 8 Januari 2026.
Editor : Muhammad Nur