Puting Beliung Terjang Barru, 27 Rumah Warga Rusak di Palanro
BARRU, iNewsCelebes.id – Angin puting beliung menerjang puluhan rumah warga di Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Jumat (9/1/2026) kemarin.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah di sekitar lokasi kejadian.
“Setengah tujuh kejadiannya. Di sana hujan deras, tapi di sini tidak hujan. Tiba-tiba angin puting beliung datang,” ujar Suryani, kerabat korban, saat ditemui di lokasi.
Suryani mengatakan, salah satu rumah warga mengalami kerusakan parah dengan atap yang terbang seluruhnya. Ia memperkirakan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai puluhan juta rupiah.
“Kasihan, satu rumah itu atapnya hilang semua. Kerugiannya bisa sampai sekitar Rp 30 juta karena balok dan sengnya rusak parah,” kata dia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Abubakar, merinci bahwa tiga rumah masuk kategori rusak parah, 21 rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak ringan.
Dari jumlah tersebut, tiga rumah mengalami kerusakan parah setelah sebagian besar atapnya terbang terbawa angin.
Kerusakan parah ditandai dengan rusaknya rangka atap dan dinding rumah, sementara kerusakan ringan berupa lepasnya beberapa lembar seng.
Menindaklanjuti kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Barru bergerak cepat bersama BPBD, Dinas Sosial, Baznas, TNI/Polri, camat, dan lurah setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta penanganan awal.
“Ada tiga rumah yang hampir separuh atapnya terbang. Kami sudah memberikan bantuan berupa uang untuk upah dan pembelian paku serta seng yang rusak. Mudah-mudahan besok sudah bisa tertutup semua,” ujar Abubakar.
Ia menambahkan, seluruh rumah yang terdampak masih dinilai layak huni sehingga belum diperlukan pendirian tenda pengungsian. Pemerintah daerah juga menyalurkan sekitar 20 lembar terpal kepada warga terdampak.
“Total ada 27 rumah di Kelurahan Palanro yang terdampak dengan kondisi berbeda-beda. Bantuan ini bersifat stimulan sebagai bentuk empati pemerintah bersama Baznas dan seluruh jajaran,” kata Abubakar.
Meski belum membuka lokasi pengungsian, Pemkab Barru memastikan tetap siaga apabila kondisi cuaca memburuk atau hujan susulan menyebabkan rumah warga tidak lagi dapat ditempati.
Sebelumnya diberitakan, angin kencang disertai hujan deras menerjang permukiman warga di Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 Wita.
Laporan awal menyebutkan sebanyak 19 rumah mengalami kerusakan.
Editor : Muhammad Nur