Banjir di Makassar, 356 Orang Mengungsi
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Hujan deras melanda Kota Makassar membuat pemukiman di Kelurahan Katimbang, Perumahan Kodam III, Kecamatan Biringkanaya, kembali dilanda banjir pada Minggu, (11/1/2026).
Bencana banjir tersebut terjadi sejak Sabtu (10/1/2026), mulai pukul 22.42 WITA mengakibatkan ratusan warga mengungsi.
“Pengungsi 97 Kepala Keluarga (KK), 356 jiwa, dan 5 titik pengungsian,” kata Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, Minggu (11/1/2026) malam.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sempat meninjau kawasan rawan genangan pada Sabtu (10/1/2026) kemarin.
Munafri mengaku masih mencari solusi permanen terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan di lokasi ini.
"Setiap tahun menjadi langganan banjir, sehingga memang perlu penanganan yang serius dan menyeluruh," ujar Munafri.
Hampir setiap tahun dikatakan, warga di Perumahan Kodam III, hingga kawasan Jalan Paccerakkang harus menghadapi persoalan yang sama, akibat kiriman air meluap, jalanan tergenang, dan aktivitas masyarakat lumpuh sementara waktu.
Kondisi ini menjadikan banjir seolah "langganan tahunan". Genangan air menutup badan jalan, menghambat arus lalu lintas, bahkan menyebabkan sejumlah pengendara roda dua mengalami mogok dan terpaksa mendorong kendaraannya melewati genangan.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan keterangan warga, Munafri mengatakan banjir yang terjadi dipicu oleh luapan air kiriman dari Sungai Biring Je'ne akibat tingginya intensitas hujan.
"Kalau kita melihat dan mendengarkan keterangan di lapangan, ini akibat air kiriman dari Sungai Biring Je'ne yang meluap," jelasnya.
Kondisi tersebut diperparah dengan terganggunya alur aliran air yang menyebabkan genangan tidak dapat mengalir dengan baik.
Munafri menambahkan, Pemerintah Kota akan melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap jalur aliran air, mulai dari hulu hingga ke titik pembuangan akhir.
"Ada beberapa titik yang harus kita lihat jalurnya. Mulai dari ujung aliran, proses pembuangannya ke mana, lalu di mana yang tersumbat. Biasanya terjadi penyempitan atau ada wilayah resapan yang berubah menjadi kawasan pembangunan. Ini semua akan kita pastikan Tertangani dengan baik," pungkasnya.
Editor : Muhammad Nur