get app
inews
Aa Text
Read Next : Profil Andi Muhammad Yasir, Pamong Senior Pemkot Makassar Wafat di Bulan Ramadan

Stadion Untia Rp350 Miliar Resmi Ditender, Pemkot Makassar Targetkan Pemenang September 2026

Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:14 WIB
header img
Design Stadion Untia Makassar. Foto: IG-Munafri Arifuddin

MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Proyek pembangunan Stadion Untia senilai Rp350 miliar resmi memasuki tahap pemilihan penyedia jasa. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan pemenang tender proyek strategis tersebut dapat ditetapkan pada pekan keempat September 2026, sehingga pekerjaan tahap awal bisa segera dimulai tahun ini.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan proses pembangunan Stadion Untia berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Saat ini, dokumen pengadaan dengan metode Design and Build telah resmi ditayangkan dan pemerintah tengah menunggu penawaran dari peserta tender.

"Desain dan build-nya sudah tayang. Saat ini kita sedang menunggu penawaran yang baik untuk memastikan tahun ini sudah ada progres dari pekerjaan stadion di Untia," ujar Munafri kepada awak media di Balai Kota Makassar, Kamis (9/7/2026).

Munafri menjelaskan pembangunan Stadion Untia menggunakan skema pembiayaan multiyears selama dua tahun anggaran, yakni 2026–2027. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada penimbunan lahan dan pembangunan struktur dasar stadion.

"Ini kan multiyears dua tahun. Jadi sekarang tahapannya tentu ada penimbunan, kemudian pembangunan kerangka dasar strukturnya," katanya.

Menurut Appi, proses tender akan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah masa pemasukan penawaran berakhir, panitia akan melakukan evaluasi untuk menentukan penyedia jasa terbaik.

"Memang ada waktunya sekitar satu bulan untuk menyeleksi kontraktor, setelah itu ditentukan pemenangnya. Terbuka untuk siapa pun kontraktornya," jelasnya.

Dengan nilai proyek mencapai sekitar Rp350 miliar, Pemkot Makassar menegaskan seluruh tahapan pembangunan akan diawasi secara ketat demi menjamin akuntabilitas dan transparansi.

"Tentu kita akan kawal semuanya. Pola pekerjaan, proses tender, semuanya harus dijaga dan dikawal bersama-sama APH untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pembangunan," ujarnya.

Appi menambahkan pembangunan stadion harus memenuhi berbagai standar teknis sehingga tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

"Ini tidak bisa salah-salah karena stadion bukan bangunan biasa. Ada aturan-aturan, standarisasi, dan berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi," sambungnya.

Selain menjadi fasilitas olahraga, Stadion Untia juga diproyeksikan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Untia. Pemkot Makassar bahkan tengah menyiapkan grand design pengembangan kawasan agar kehadiran stadion mampu menarik investasi dan pengembangan properti.

"Jadi nanti kita bikin grand design-nya. Pemerintah membuat trigger-nya. Setelah stadion hadir, kita berharap developer maupun perusahaan-perusahaan properti bisa memanfaatkan potensi keramaian yang muncul dari stadion itu," tuturnya.

Stadion Untia dirancang berkapasitas sekitar 16.000 hingga 17.000 penonton dan diharapkan menjadi stadion representatif untuk mendukung berbagai event olahraga berskala nasional. Menurut Appi, kawasan Untia juga memiliki potensi besar karena didukung kawasan pesisir, Pelabuhan Perikanan Untia, fasilitas pemerintah, hingga kawasan hutan mangrove.

Ia juga memastikan pembangunan stadion sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Skemanya APBD," tutup Appi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan proses pengadaan merupakan tindak lanjut komitmen Wali Kota Makassar dalam menghadirkan stadion representatif yang mampu mendukung pengembangan olahraga sekaligus menjadi ikon baru Kota Makassar.

"Saat ini pembangunan Stadion Untia telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa," ujarnya.

Menurut Zuhaelsi, tahapan prakualifikasi penyedia telah diumumkan sejak 3 Juli 2026 sebagai awal seleksi calon pelaksana pekerjaan.

"Pada tanggal 3 Juli 2026, kami telah mengumumkan proses prakualifikasi penyedia sebagai tahapan awal dalam seleksi calon pelaksana pekerjaan," sambungnya.

Ia menjelaskan proyek pembangunan Stadion Untia menggunakan skema tahun jamak (multiyears) 2026–2027 dengan pagu anggaran sebesar Rp350 miliar yang bersumber dari APBD Kota Makassar. Paket pekerjaan telah diumumkan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Makassar dengan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga, Pembangunan Stadion Untia.

Saat ini proses masih berada pada tahap prakualifikasi dua file sehingga nilai kontrak belum ditetapkan. Setelah prakualifikasi selesai, tahapan akan dilanjutkan dengan evaluasi administrasi, evaluasi teknis, dan penilaian kemampuan peserta.

Pemkot Makassar menargetkan penyedia jasa pembangunan Stadion Untia dapat ditetapkan pada minggu keempat September 2026.

"Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjalankan seluruh proses pengadaan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Zuhaelsi.

Pada tahun pertama, pekerjaan akan difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED), mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, persiapan lapangan, serta pematangan lahan sebagai fondasi konstruksi utama yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

"Pembangunan Stadion Untia merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Makassar," katanya.

"Karena itu, seluruh tahapan kami laksanakan secara bertahap, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan konstruksi agar proyek ini dapat berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran," lanjutnya.

Zuhaelsi optimistis Stadion Untia akan menjadi tonggak baru pengembangan infrastruktur olahraga di Makassar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Seluruh tahapan kami laksanakan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku agar pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai perencanaan," tutup Zuhaelsi.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut