PSM Makassar Masih Dibanned FIFA, 7 Pemain Baru Terancam Tak Bisa Didaftarkan
MAKASSAR, iNewsCelebes.id - PSM Makassar masih dibayangi sanksi Registration Ban FIFA menjelang bergulirnya Super League 2026-2027. Hingga Senin (24/8/2026), nama PSM masih tercantum dalam daftar klub yang dikenai larangan mendaftarkan pemain baru di laman resmi FIFA.
Kick off Super League 2026-2027 dijadwalkan berlangsung kurang dari dua pekan lagi. Laga pembuka akan mempertemukan Arema FC dengan Adhyaksa FC atau Isen Mulang FC pada Jumat (4/9/2026).
Sementara PSM Makassar dijadwalkan melakoni laga tandang menghadapi Persib Bandung pada Minggu (6/9/2026).
Dalam daftar FIFA, terdapat dua laporan yang membuat PSM masih berstatus terkena Registration Ban. Laporan pertama tercatat pada 22 Mei 2026, sedangkan laporan kedua muncul pada 27 Juli 2026.
Kedua laporan tersebut dikabarkan berkaitan dengan tunggakan gaji mantan pemain PSM Makassar.
Kondisi ini menjadi persoalan bagi PSM karena klub berjuluk Juku Eja tersebut telah mendatangkan sejumlah pemain baru untuk menghadapi musim 2026-2027.
Sedikitnya tujuh pemain baru telah direkrut PSM. Lima di antaranya merupakan pemain asing, yakni Nenad Lalic, Stevan Jevtoski, Luca Bulotovic, Navarone Foor, dan Sergio Aguero.
Sementara dua pemain lokal yang didatangkan adalah Agung Mannan dan Henhen Hardianta.
Namun, seluruh pemain baru tersebut terancam belum dapat didaftarkan apabila sanksi FIFA belum dicabut hingga batas pendaftaran pemain.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, sebelumnya memastikan manajemen tengah berupaya menyelesaikan persoalan Registration Ban tersebut.
Menurut Fajrin, sanksi FIFA membatasi klub untuk mendaftarkan pemain baru. Karena itu, manajemen telah menyiapkan langkah penyelesaian berdasarkan kondisi keuangan klub.
“Kami sudah menyusun langkah-langkah penyelesaian sesuai perencanaan keuangan dan cash flow yang dimiliki klub. Mudah-mudahan semu bisa berjalan lancar agar sanksi segera dicabut,” ujar Fajrin beberapa waktu lalu.
Fajrin juga sebelumnya menargetkan sanksi tersebut dapat diselesaikan sebelum kompetisi Super League 2026-2027 bergulir.
Hal itu menjadi penting bagi PSM agar persoalan serupa tidak kembali terjadi seperti musim lalu. Pada pekan pertama Super League 2025-2026, PSM hanya dapat memainkan pemain yang telah terdaftar sejak musim sebelumnya.
Pemain baru belum dapat diturunkan karena sanksi Registration Ban FIFA ketika itu belum diselesaikan.
“Kami sudah membahasnya bersama manajemen dan telah menyiapkan perencanaan yang matang. Insya Allah, sesuai kemampuan serta perencanaan keuangan yang telah disusun, sanksi Registration Ban ini akan kami selesaikan pada waktunya,” imbuh Fajrin.
Meski persoalan sanksi FIFA belum tuntas, persiapan PSM menghadapi musim baru tetap berjalan. Manajemen menyebut aktivitas perekrutan pemain dan operasional klub terus dilakukan sembari proses penyelesaian sanksi diupayakan.
“Saat ini fokus kami adalah menyelesaikan persoalan Registration Ban tersebut. Tapi persiapan tim tetap berjalan, begitu juga seluruh aktivitas operasional klub,” tegas Fajrin.
Editor : Muhammad Nur