Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Fadli Zon Buka Festival Gau Maraja Leang-leang di Maros
Advertisement . Scroll to see content

Enam Hari Penuh Budaya, Festival Gau Maraja 2026 Siap Digelar di Bone

Selasa, 22 September 2026 | 13:54 WIB
  • author LeoMN
Enam Hari Penuh Budaya, Festival Gau Maraja 2026 Siap Digelar di Bone
Festival Gau Maraja 2026 Siap Digelar di Bone. Foto: Ist

BONE, iNewsCelebes.id - Festival Gau Maraja 2026 segera digelar di Kabupaten Bone, Sulawesi selatan. Kegiatan budaya tersebut akan berlangsung selama enam hari, 25 hingga 30 September 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut akan tersebar di sembilan venue dengan melibatkan berbagai komunitas lokal hingga daerah tetangga.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, budaya tidak semestinya hanya muncul ketika sebuah festival atau seremoni digelar. Menurutnya, budaya merupakan bagian dari identitas dan karakter masyarakat yang harus terus dirawat.

“Budaya bukan sekadar sesuatu yang kita pertontonkan pada saat acara tertentu. Budaya adalah nilai yang hidup, identitas, dan karakter,” kata Andi Asman Sulaiman.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat generasi muda semakin mudah mengenal berbagai budaya dari belahan dunia. Kondisi tersebut menjadi tantangan agar kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda justru kehilangan hubungan dengan sejarah dan budaya daerahnya sendiri.

“Kita ingin generasi muda Bone menjadi generasi yang mampu berdiri tegak menghadapi modernisasi tanpa kehilangan jati dirinya. Modern dalam cara berpikir, maju dalam penguasaan teknologi, tetapi tetap kokoh dalam nilai dan budaya,” tegasnya.

Karena itu, Gau Maraja 2026 diarahkan tidak hanya menjadi tontonan atau perayaan tahunan. Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, tampil, berkarya sekaligus mengenal kembali sejarah dan tradisi yang diwariskan leluhur Bone.

Sekretaris Panitia Gau Maraja 2026, Barham, mengatakan rangkaian kegiatan akan digelar di sembilan venue yang tersebar di Kabupaten Bone.

“Enam hari, sembilan venue, enam Gau' dalam satu Kabupaten Bone,” kata Barham kepada wartawan. Senin (21/9/2026).

Salah satu agenda utama adalah karnaval yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026. Karnaval tersebut akan melibatkan delegasi dari sejumlah kecamatan dan berbagai komunitas.

Panitia juga mengundang komunitas serta perwakilan dari daerah tetangga untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Tidak hanya karnaval, sejumlah program lain disiapkan dengan melibatkan komunitas lokal Bone. Program musik akan diisi Ironside, sementara program film melibatkan Upuji Film.

Untuk program literasi, panitia menggandeng Bone Book Party. Program karnaval dipercayakan kepada Bonesta, sedangkan program Bone Riolo akan diisi Tawa Semesta.

Pada program pameran pusaka, panitia melibatkan LPPB Lamakkawa. Sementara program pameran agraris akan melibatkan Celebes Vintage Gallery.

Gau Maraja 2026 juga menghadirkan Seminar Internasional yang melibatkan Perwira LPMT (Persatuan Wija Raja La Patau Matanna Tikka).

Seminar tersebut direncanakan menghadirkan pembicara dari lima negara, yakni Jepang, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia.

Selain itu, terdapat program budaya maritim yang melibatkan PSBB Sangdara-Kajuara.

Program Passompe' Mattana Bone akan melibatkan KKWA (Kerukunan Keluarga Wija Arungpone), sedangkan program teater akan diisi Mario Center-Patimpeng.

Gau Maraja 2026 juga menyediakan program khusus anak yang melibatkan Ninuninu Studio.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa festival tidak hanya diarahkan pada pertunjukan budaya, tetapi juga melibatkan musik, film, literasi, pameran, teater, budaya maritim hingga kegiatan anak.

Diawali Madduppa Gau dan Mappadaung Arajang

Sebelum festival utama berlangsung, rangkaian Gau Maraja 2026 telah diawali dengan kegiatan Madduppa Gau dan Mappadaung Arajang di Museum Lapawawoi, Jalan M.H. Thamrin, Kelurahan Manurung’e, Kecamatan Tanete Riattang, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian awal rangkaian Gau Maraja sekaligus momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan dan warisan leluhur Bone.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap rangkaian Gau Maraja 2026 tidak berhenti pada kemeriahan acara. Festival tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Bone kepada masyarakat luas.

Di sisi lain, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian penting agar budaya tidak hanya dikenang melalui seremoni, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut