Proyek MYP Jalan Burung-Burung–Bili-Bili Gowa Rampung, Pemprov Sulsel Warning Truk Bermuatan Berat
GOWA, iNewsCelebes.id – Proyek jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sepanjang 6,95 kilometer resmi rampung. Kendaraan truk dengan muatan di atas 10 ton diberikan peringatan agar tidak melintas karena berisiko menyebabkan keretakan pada konstruksi beton jalan.
Jalan tersebut merupakan bagian dari Paket 1 Multi Years Project (MYP) Infrastruktur Jalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp430 miliar.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi meresmikan ruas jalan tersebut pada Rabu (21/10/2026) siang.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan penanganan ruas jalan tersebut meliputi pemeliharaan sepanjang 3,5 kilometer dan rekonstruksi sepanjang 3,4 kilometer menggunakan konstruksi beton kaku atau rigid pavement.
"Rekonstruksi jalan ini pakai rigid. Rigidnya 40 cm ketebalannya. LC (lean concrete)-nya itu 10 cm. Kemudian rigid utama, rigid beton yang utama itu 30 cm. Jadi total ketebalan rigidnya itu 40 cm," kata Andi Ihsan di sela-sela peresmian, Rabu (21/10/2026).
Ihsan menjelaskan, tingkat kemantapan jalan yang sebelumnya sekitar 55 persen kini meningkat menjadi 100 persen setelah pengerjaan selesai. Namun, perbaikan jembatan di ruas tersebut masih akan dilanjutkan pada 2027.
"Tinggal jembatannya saja yang perlu kita benahi untuk tahun 2027 karena dalam era pembangunan jalan berbeda pembangunan jembatan dengan pembangunan jalan. Tapi insyaallah 2027 kami masukkan ke pelebaran kembali ke jembatan," jelasnya.
Menurut Andi Ihsan, ruas Burung-Burung–Bili-Bili merupakan salah satu dari lima ruas jalan yang ditangani Pemprov Sulsel di Kabupaten Gowa. Selanjutnya, pihaknya menargetkan ruas penuntasan akses menuju kawasan wisata Malino.
"Setelah ini masuk Sungguminasa-Malino. Ini daerah wisata, ini yang menjadi target kita dan sementara jalan," ujarnya.
Secara keseluruhan, Paket 1 MYP Infrastruktur Jalan memiliki anggaran Rp430 miliar untuk menangani 13 ruas jalan yang tersebar di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba. Khusus Kabupaten Gowa, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp142 miliar.
Andi Ihsan menyebut progres fisik Paket 1 saat ini mencapai sekitar 42 persen, mendekati target 43–44 persen.
Dia juga mengingatkan kendaraan berat yang melintas agar memperhatikan batas tonase untuk menjaga kondisi konstruksi jalan beton.
"Kalau mau titik amannya itu di 8, maksimalnya di 10. Tapi kalau di atas dari tonase yang 10 itu, pasti perlakuan struktur jalan itu akan retak. Karena memang spesifikasi memang diperuntukkan untuk 8 dan maksimal 10," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan skema MYP memungkinkan pengerjaan jalan dilakukan secara terintegrasi sehingga mengurangi tahapan berulang dalam proses lelang, pengadaan, dan mobilisasi peralatan.
"Karena dengan multi-years itu mengurangi tahapan-tahapan lelang, pengadaan, mobilisasi barang. Tentu memakan biaya semua itu," kata Andi Sudirman setelah pengguntingan pita.
Dia menambahkan, proyek dengan nilai besar memungkinkan keterlibatan perusahaan berkapasitas nasional. Pemprov Sulsel juga membuka ruang kerja sama dengan perusahaan lokal melalui skema konsorsium.
"Ketika besar nilainya, maka tentu perusahaan-perusahaan yang kita masukkan semakin tinggi grade spesifikasi perusahaannya dan ini yang dikerjakan ini sudah pemain nasional," tegasnya.
Selain meningkatkan kualitas jalan, Pemprov Sulsel juga menyediakan ruang bagi pesepeda dan pejalan kaki. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Program Jalan Sehat Anti Malas Gerak dengan memberikan fasilitas untuk sepeda, jalan kaki, memiliki juga hak di jalan. Sehingga pelebarannya ini bukan cuma jalan main road-nya, tapi ada juga bahu jalan yang kita cukupkan untuk pejalan kaki,” ujar Andi Sudirman.
Editor: Arham Hamid