PANGKEP, iNewsCelebes.id – Sebuah perahu jolloro yang membawa 12 warga Pulau Polewali, Desa Mattiro Labangeng, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, nyaris terbalik dihantam ombak tinggi dan angin kencang pada Senin (2/2/2026) pagi.
Peristiwa menegangkan ini sempat terekam saat insiden terjadi ketika berada di perairan antara Pulau Laiya dan Pulau Kulambing, Kecamatan Liukang Tupabbiring.
Perahu yang berangkat pukul 10.00 WITA dari Pulau Polewali menuju Pulau Sabutung untuk menghadiri hajatan keluarga itu tiba-tiba dipenuhi air laut.
“Air masuk cepat, perahu hampir tenggelam. Untungnya mereka dekat gusung, sehingga semua bisa selamat,” kata Bhabinkamtibmas Mattiro Labangeng, Aipda Bachtiar kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Seluruh penumpang selamat tanpa korban jiwa, meski detik-detik kejadian membuat mereka panik. Salah seorang penumpang, Rahmat (32), menceritakan pengalamannya:
“Kami panik banget. Air masuk ke perahu begitu cepat. Untungnya Gusung dekat, kami bisa bertahan dan saling menolong. Ini pengalaman yang menakutkan, jadi pelajaran buat selalu cek cuaca sebelum menyeberang.”uncapnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi warga yang sering menyeberang antar pulau, selalu periksa kondisi cuaca sebelum berangkat.
Sebelumnya, BMKG melalui Stasiun Maritim Paotere Wilayah IV Makassar juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di 12 wilayah perairan Sulsel, berlaku hingga 5 Februari 2026.
Menurut BMKG, pola angin umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 15–30 knot, yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang hingga 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan, termasuk Pangkep.
Perahu nelayan berisiko saat angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter. Kapal feri perlu mewaspadai angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran untuk memantau informasi cuaca maritim terkini dan menunda pelayaran bila kondisi dianggap tidak aman.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
