Bahkan, pada keesokan harinya, Taufik sempat menerima pesan singkat yang memintanya untuk tidak melakukan pencarian, namun setelah itu nomor tersebut juga tak lagi bisa dihubungi.
"Besok siangnya sekitar setengah 12, ada yang Chat saya bilang janganmi kita carika karena sama maka ini sekarang, saya telpon sudah tidak aktif," ungkapnya.
Merasa cemas, Taufik akhirnya berangkat ke Sulawesi Selatan pada Selasa (3/2/2026) dan telah tiga malam berada di Makassar untuk mencari istri dan anaknya.
Upaya pencarian juga telah dilakukan melalui jalur kepolisian. Taufik mengaku sempat melapor ke Polres Jeneponto, namun diarahkan ke wilayah Makassar karena lokasi terakhir korban berada di Terminal Malengkeri.
Ia kemudian mendatangi Polsek Rappocini untuk membuat laporan polisi pada Kamis, (05/02/2026).
"Jadi saya sempat ke Polsek Rappocini, tapi diarahkan ke wilayahnya di Polsek Tamalate. Tapi anggota Polsek (Rappocini) bilang, bisa ja bantu-bantu tapi Surat Keterangan Pencarian Orang ji itu, jadi dia buatkan seperti itu," jelasnya.
Ia kembali ke Polsek Tamalate. Dari sana, Taufik diarahkan untuk berkordinasi Unit Resmob untuk pengecekan CCTV serta pelacakan nomor telepon.
“Katanya bisa dicek CCTV, dilacak nomor, sampai IMEI. Tapi HP istri saya memang sudah tidak aktif sejak dari Jeneponto,” ungkapnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
