Untuk pekan ini, SPPG Mappasaile menyusun menu secara tematik dan kreatif. Pada hari Senin, selain ayam khungfau, siswa juga mendapatkan sayur sawi putih jagung serta orek tahu. Ayam khungfau dipilih karena merupakan menu yang relatif baru, dengan olahan kacang yang dimasak bersama ayam dan terinspirasi dari tradisi kuliner Jepang.
Selanjutnya pada hari Rabu, SPPG menyajikan udang krispi yang dilengkapi sayur dan tempe goreng. Menu sayur yang dihadirkan pun dibuat berbeda, yakni buncis saus Sichuan.
“Kami memberi penekanan pada olahan sayur yang kreatif, seperti buncis Sichuan. Harapannya anak-anak lebih bersemangat mengonsumsi sayur,” ungkapnya.
Pada hari Kamis, menu yang semula dijadwalkan adalah dimsum ayam. Namun, karena pertimbangan tertentu, menu tersebut diganti dengan ayam goreng yang dipaketkan bersama kentang goreng.
“Menu ini disesuaikan dengan porsi usia, yakni porsi kecil untuk anak TK hingga SD kelas III, serta porsi lebih besar untuk jenjang di atasnya,” ujarnya.
Sementara itu, pada hari Jumat, SPPG Mappasaile menyajikan menu khas lokal berupa Coto Makassar. Sedangkan pada hari Sabtu, siswa mendapatkan menu kering berupa buah, susu, dan roti.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
