Dalam kesempatan itu, Wahyu juga mengingatkan adanya pembatasan penggunaan LPG 3 kg yang merupakan produk bersubsidi. Mengacu pada Edaran Dirjen Migas tahun 2022, terdapat delapan sektor yang dilarang menggunakan LPG 3 kg, yakni restoran, hotel, usaha binatu, usaha batik, usaha peternakan, usaha pertanian di luar ketentuan Perpres 38/2019, usaha tani tembakau, dan usaha las.
"Dalam kaitannya dengan 8 sektor yang dilarang untuk menggunakan LPG 3 kg, kami mengimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan LPG 3 kg sesuai peruntukannya," katanya.
Tak hanya LPG subsidi, Pertamina juga memastikan stok LPG nonsubsidi dalam kondisi aman. Ketahanan stok di depo Terminal Makassar dan Terminal Bosowa 10.466 disebut berada di atas 10 hari.
Untuk mendukung kelancaran distribusi selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina menyiagakan agen dan pangkalan. Selain itu, tersedia layanan Pertamina Delivery Service (PDS) khusus LPG nonsubsidi yang dapat diakses melalui Call Center 135 maupun aplikasi MyPertamina.
"Kami juga ada juga PDS (Pertama Delivery Service) ini khusus non subsidi da Call Centre 135 atau My Pertamina nanti produknya diantar ke rumah," ungkapnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
