Selain itu, skema kemitraan juga memberikan ruang promosi dan penguatan brand bagi PT BISI International dalam setiap rangkaian kegiatan Gerakan “Tanami Tanata’”.
Yayasan Butta Porea memperoleh keleluasaan menentukan varietas benih sesuai kebutuhan program. Untuk komoditas cabai yang menjadi fokus utama, PT BISI merekomendasikan dua varietas unggulan, yakni Cabai Baskara dengan masa panen relatif cepat untuk mendukung siklus tanam yang dinamis, serta Cabai Sigma yang dikenal memiliki ketahanan terhadap virus sehingga mampu menjaga stabilitas produksi di lingkungan perkotaan.
Sebagai tindak lanjut, Yayasan Butta Porea akan menyusun proposal resmi sesuai format yang telah disiapkan PT BISI International, mencakup rincian program, lokasi pelaksanaan, target penerima manfaat, hingga skema branding dan evaluasi kegiatan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendiri Yayasan Butta Porea, Andi Fadli Arifuddin, menyampaikan bahwa kemitraan ini akan diarahkan untuk menciptakan ekosistem urban farming yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Dengan kolaborasi ini, Yayasan Butta Porea optimistis Gerakan “Tanami Tanata’” dapat berkembang menjadi model urban farming yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang usaha hortikultura berbasis komunitas di kawasan perkotaan," tegas Fadli Padi
Tentang Gerakan “Tanami Tanata’”
Gerakan “Tanami Tanata’” merupakan inisiatif Yayasan Butta Porea untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan dan ruang terbatas di wilayah perkotaan sebagai sumber pangan produktif, edukatif, dan bernilai ekonomi, melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
