JAKARTA, iNewsCelebes.id – Komika Pandji Pragiwaksono kembali mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (9/3/2026). Kehadirannya kali ini untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai terlapor dalam kasus dugaan penghinaan suku Toraja.
Didampingi tim kuasa hukumnya, Pandji mengaku dicecar sebanyak 17 pertanyaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber. Fokus pemeriksaan kali ini rupanya mendalami detail sidang adat yang sebelumnya telah dijalani Pandji bersama masyarakat Toraja.
"Mungkin tidak secara langsung ya. Hanya saja memang dibahas soal proses sidangnya, apa yang terjadi, apa yang disepakati," ujar Pandji usai pemeriksaan.
Pandji berharap proses hukum ini bisa diselesaikan melalui mekanisme restorative justice (RJ). Ia merasa optimis karena secara adat, persoalan tersebut sudah tuntas dan dianggap sah oleh perwakilan masyarakat Toraja.
"Harapannya sih memang itu yang kemudian dikedepankan, restorative justice-nya. Karena kan antara saya dengan perwakilan sah dan legitimate dari masyarakat Toraja sudah terjadi," tegas suami Gamila Arief tersebut.
Lebih lanjut, Pandji menjelaskan bahwa sidang adat yang ia ikuti bukanlah seremoni biasa. Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja serta dipimpin oleh tujuh hakim ketua. Baginya, kehadiran para tokoh tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuktikan adanya perdamaian yang sah.
"Waktu saya bersidang adat di sana adalah bentuk dari mediasi tersebut yang sangat legitimate karena dihadiri oleh perwakilan dari 32 wilayah adat," tuturnya. Ia pun menambahkan dengan sedikit seloroh, "Jadi semua wilayah adat di Toraja hadir, ada perwakilannya, lalu 7 hakim ketuanya juga sudah hadir, sidang yang dihadiri oleh 7 hakim. Kalau ada yang harus bermediasi, mungkin mereka berdua."
Terkait kelanjutan laporan di kepolisian, Pandji memilih untuk tidak ambil pusing. Ia menyerahkan urusan tersebut kepada pihak pelapor dan kepolisian, mengingat dirinya merasa sudah memenuhi kewajiban adat secara terhormat.
"Rasanya itu ada di wilayah dia dengan perwakilan masyarakat Toraja yang kemarin hadir di sidang," tutupnya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
