Ia menambahkan bahwa intervensi melalui bedah rumah memiliki dampak berantai terhadap produktivitas warga.
“Bedah rumah ini menyentuh kebutuhan paling mendasar. Ketika masyarakat memiliki hunian yang layak, rasa aman meningkat dan itu berpengaruh langsung pada kesehatan serta kemampuan mereka untuk beraktivitas dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain peresmian bedah rumah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar. Langkah ini mempertegas bahwa pengentasan kemiskinan dilakukan secara menyeluruh (holistik).
Kesuksesan program ini juga tidak lepas dari peran Bank Syariah Indonesia (BSI). Kepala Cabang BSI Gowa, Muhammad Hasrani Said, menyebutkan bahwa bantuan ini dikelola melalui dana zakat dan infak.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Gowa melalui kerja sama dengan Pemkab Gowa. Bedah rumah ini adalah yang kedua kami lakukan bersama, dengan dukungan BSI Maslahat yang mengelola dana zakat dan infak untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
