Di sisi lain, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ahmad, melaporkan bahwa pada 2025 Barru mendapat alokasi program Opla seluas 1.943 hektare.
Program ini mampu meningkatkan produksi dan produktivitas hingga 21,83 persen berdasarkan data BPS.
Pada kegiatan tersebut, dilakukan penanaman di lahan seluas 50 hektare menggunakan varietas padi Inpari.
Untuk musim tanam berikutnya (MT3), direncanakan penggunaan varietas super genjah Cakra Buana dengan umur panen sekitar 75 hari.
Ia menargetkan realisasi tanam optimasi lahan mencapai 600 hektare hingga akhir April 2026.
“Ini langkah strategis agar produksi tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim,” tutupnya
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
