Sempat Digigit Anjing, Pria di Toraja Utara Diduga Meninggal Akibat Rabies

LeoMN
Ilustrasi, anjing. (Foto: Freepik.com).

TORAJA UTARA, Seorang pria berinisial IP di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, diduga meninggal dunia akibat rabies setelah sebelumnya digigit anak anjing liar yang dipungut dan dipeliharanya.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (4/7/2026) setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Elim Rantepao.

Peristiwa ini terungkap setelah IP yang awalnya mendatangi Puskesmas Ke'pe, Kecamatan Kapalapitu, pada Jumat (3/7/2026) dengan keluhan sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, serta produksi lendir berlebih di saluran pernapasan.

Kondisinya terus memburuk hingga pada sore harinya sekitar pukul 18.30 Wita, keluarga membawa korban ke Klinik Evergreen di Rantepao. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, IP kemudian dirujuk ke ruang ICU Rumah Sakit Elim Rantepao. Sehari kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

Riwayat gigitan anjing baru diketahui saat korban menjalani perawatan. Keluarga mengungkapkan bahwa sekitar April 2026, korban memungut seekor anak anjing liar dari jalan dan membawanya pulang untuk dipelihara.

Namun, tiga hari setelah dipelihara, anak anjing tersebut menggigit korban. Dua hari kemudian, anjing itu mati secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak Rumah Sakit Elim maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara. Meski demikian, berdasarkan gejala klinis yang muncul dan riwayat gigitan hewan, korban diduga kuat meninggal akibat infeksi virus rabies.

Kepala Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Toraja Utara, Daud Pala'langan, mengatakan gejala yang dialami korban memang mengarah pada rabies.

"Memang gejalanya mengarah ke rabies. Karena itu, kesadaran masyarakat harus ditingkatkan. Hewan seperti anjing, kucing, kera, kelelawar, termasuk anak anjing sekalipun, dapat membawa virus rabies," kata Daud, Minggu (5/7/2026).

Menurut Daud, pemerintah daerah terus melakukan vaksinasi rabies gratis terhadap hewan peliharaan milik warga serta menggencarkan sosialisasi sebagai upaya pencegahan.

“Jadi kami sudah turun ke lapangan melaksanakan tanggung jawab kami, dan kami mohon masyarakat agar kiranya berkata dari awal jika ada hal-hal seperti ini, agar dapat dicegah dari awal,” tuturnya..

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya kasus rabies tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi berdampak pada sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Toraja Utara.

“Bisa lockdown seperti beberapa tahun lalu di Bali. Tak ada satupun turis ketika tingkat kasus rabies naik, jadi ini juga ada tugas dari Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata termasuk bekerja sama dengan para tour guide dan para pemilik usaha termasuk di wilayah objek pariwisata,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Nur

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network