Menurut dia, Pertamina juga perlu menjelaskan langkah mitigasi yang dilakukan untuk mengatasi persoalan kelangkaan BBM.
"Kami melihat tidak ada pola mitigasi yang dilakukan oleh pihak Pertamina sehingga ketika menghadapi krisis seperti ini masyarakat Sulawesi Selatan kelabakan," katanya.
Massa mengaku akan bertahan di lokasi hingga pimpinan Pertamina menemui mereka secara langsung.
Sarah mengatakan pihaknya tidak puas dengan kehadiran perwakilan Pertamina yang sebelumnya menemui massa karena mereka menginginkan penjelasan langsung dari General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
"Kami merasa yang harus menjelaskan kepada masyarakat adalah general manager sebagai orang yang memiliki tanggung jawab dan kapasitas untuk menjelaskan," kata Sarah.
Ia juga mengklaim adanya kader HMI yang mengalami luka dalam kericuhan di pintu masuk kantor Pertamina. Pihaknya menyatakan akan meminta pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.
"Kami cuma sampai di pintu tadi. Tapi seketika di pintu, ada pihak keamanan yang memukul salah satu kader. Ada salah satu kader yang luka-luka. Tentunya ini kami akan meminta pertanggungjawaban pihak keamanan," ujarnya.
Sarah juga mengaku memperoleh informasi bahwa Direktur Utama Pertamina sedang berada di Makassar. Namun, ia menyayangkan pimpinan Pertamina tersebut disebut tidak menemui massa aksi.
Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, HMI Cabang Makassar mengancam akan menggelar aksi lanjutan.
"Kami tentunya akan melakukan aksi berjilid-jilid. Setelah ini, teman-teman akan kembali ke sekretariat untuk melakukan aksi konsolidasi lanjutan," tuturnya.
Hingga Senin malam, massa masih bertahan di area Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan menunggu pimpinan Pertamina memberikan penjelasan terkait persoalan kelangkaan dan distribusi BBM di Sulsel.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
