get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelayanan Medis RSUD Batara Siang Ramai Dikeluhkan, DPRD Pangkep Ultimatum Manajemen

Anggota DPRD Pangkep Klarifikasi Soal Percakapan Fee Proyek, Ikbal: Itu Candaan

Rabu, 26 November 2025 | 07:08 WIB
header img
Anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari Fraksi Partai NasDem, H. Ikbal Haeruddin mengklarifikasi status whatsAppnya viral di media sosial. Foto: Udin Syahrudin

PANGKEP, iNewsCelebes.id - Anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari Fraksi Partai NasDem, H. Ikbal Haeruddin akhirnya muncul ke public setelah status whatsAppnya viral di media sosial.

Isi percakapan tersebut diketahui terkait dugaan pengaturan jatah fee proyek swakelola yang menyeret nama jaksa dan polisi.

Ikbal Haeruddin mengatakan, bahwa percakapan yang beredar tersebut tidak berkaitan dengan proyek apa pun. Menurutnya, isi pesan itu merupakan candaan dan percakapan internal yang tidak seharusnya keluar dari ruang pribadi.

“Yang beredar itu sebenarnya sebagian candaan saja. Itu percakapan internal saya ke teman. Tidak ada maksud membahas soal pekerjaan atau pembagian proyek,” jelas Ikbal kepada wartawan. Selasa, (25/11/2025).

Ia mengatakan bahwa percakapan itu sebenarnya ditujukan kepada seseorang bernama Pablo atas permintaan rekannya, Eman, karena Pablo disebut sering meminta uang meski pekerjaan belum selesai.

“Saya hanya menyampaikan pesan dari saudara Eman ke Pablo agar jangan selalu minta uang sebelum pekerjaan selesai. Soal 10 persen atau 20 persen itu tidak benar. Saya tidak tahu-menahu soal pembagian apa pun,” tegasnya.

Ikbal menjelaskan bahwa unggahan yang kini viral itu tidak sengaja terposting ke fitur Story WhatsApp. Ia menyebut saat itu dirinya sedang berkumpul bersama teman-temannya di rumah.

“Demi Allah, tidak ada niat saya untuk memposting itu ke story. Saya kirim pesan ke Pablo, tapi entah bagaimana terkirim juga ke story. Begitu saya sadar, langsung saya hapus,” ungkapnya.

Dalam percakapan yang viral, muncul pula istilah APH, kejaksaan, dan kepolisian. Ikbal menegaskan konteks tersebut bukan mengarah pada institusi mana pun, tetapi hanya lelucon internal untuk menakut-nakuti rekannya.

“Soal APH, kejaksaan, kepolisian-sama sekali saya tidak menahu. Itu hanya candaan agar dia tidak minta-minta uang lagi sebelum pekerjaan selesai,” ujarnya.

Ikbal juga membantah bahwa percakapan tersebut berkaitan dengan pekerjaan sekolah atau proyek swakelola sebagaimana ramai dibicarakan masyarakat.

“Tidak ada kaitannya dengan sekolah atau pekerjaan lain. Anak-anak hanya sering kumpul di rumah dan curhat. Bahkan saya tidak tahu di mana sekolah yang disebut itu,” jelasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa percakapan itu murni obrolan ringan, bukan pembicaraan proyek.

“Percakapan itu bukan urusan proyek. Itu hanya obrolan saat kumpul-kumpul,” katanya.

Terkait viralnya percakapan tersebut, Ikbal menyampaikan bahwa ia siap hadir apabila dipanggil oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Pangkep.

“Saya baru pulang dari luar daerah. Mungkin satu atau dua hari ke depan ada panggilan dari Badan Kehormatan. Kita lihat perkembangannya,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pihak Partai NasDem juga akan menunggu hasil pemeriksaan dari BK sebelum memberikan sikap resmi.

“Dari partai pasti ada tindak lanjut, tapi kita tunggu dulu hasil Badan Kehormatan,” ujarnya.

Dalam tangkapan layar yang beredar, terdapat beberapa nama seperti Darwis dan Emil. Ikbal menyebut mereka hanyalah rekan yang sering berkumpul dengannya.

“Itu teman-teman yang sering kumpul di rumah. Mereka juga mitra kerja, jadi nama mereka muncul dalam obrolan,” kata Ikbal.

Sebelumnya screenshot status WhatsApp tersebut beredar, dengan tiga slide bernarasi.

"Natanyakka emman bilang tanyak dulu pablo jelaskanki itu pekerjaan pertama itu emil dan emman tawwa uruski na kita nakasi puang aji ku tlinki itu hari to Jaganki harap bisa na ambil 20% itu kerja seokololah krn bayaki di bagi2 di situ Disebka 10% mn kepala sekolah mn kejaksaan mana polisi takutnya emil nanti tdk cukupki pembayaran pi ta nanti" tulisnya.

"jaganki ada tanya siapa kerjai krn pengharapanya itu boska kita sendiri kelolalai tdk natauki bilang di jualki pekerjaanta" lanjutnya.

"Baru nudengarji itu seokolola boska bagaimn analisa harganya" jelasnya.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut