Demo Mahasiswa di Kantor Bupati Gowa Ricuh, Massa Bakar Ban dan Tutup Jalan
GOWA, iNewsCelebes.id - Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Peduli Pedagang Kaki Lima (FPPKL) Gowa di depan Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (15/1/2026), sempat diwarnai ketegangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi demonstrasi awalnya berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Namun situasi mulai memanas ketika massa membakar ban bekas dan menghadang kendaraan di perempatan lampu merah tepat di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Gowa.
Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat terganggu.
Ketegangan meningkat saat petugas kepolisian berupaya mengatur lalu lintas agar kendaraan tetap bisa melintas. Upaya itu mendapat penolakan dari massa aksi yang memilih bertahan menutup jalan.
Cekcok pun tak terhindarkan dan berujung aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat. Peristiwa tersebut terjadi beberapa kali sebelum akhirnya berhasil diredam oleh petugas.
Tak lama kemudian, massa kembali memicu ketegangan dengan mencoba masuk ke area kantor bupati melalui pintu gerbang utama yang tertutup.
Massa mendorong pagar gerbang, namun langsung dihalau oleh petugas kepolisian yang berjaga di luar serta Satpol PP yang berada di dalam area perkantoran.
Dalam insiden itu, terlihat sejumlah peserta aksi menendang pagar sambil meneriakkan tuntutan mereka. Aparat keamanan terus berupaya menahan dan menenangkan massa agar situasi tidak semakin memburuk.
Setelah dilakukan pendekatan persuasif, situasi akhirnya kembali kondusif dan aksi unjuk rasa dapat dilanjutkan.
Dalam orasinya, salah seorang orator menuding Pemerintah Kabupaten Gowa melakukan pungutan liar (pungli) yang dinilai memberatkan pedagang kecil, khususnya pedagang kaki lima yang beraktivitas di ruang terbuka hijau serta saat pelaksanaan Ramadhan Fair.
Massa juga menyoroti dugaan penggunaan fasilitas umum yang dinilai telah bergeser menjadi berbasis bisnis.
“Ini sangat merugikan pedagang kecil,” ujar salah seorang orator melalui pengeras suara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gowa terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.
Editor : Muhammad Nur