get app
inews
Aa Text
Read Next : Cegah Geng Motor, Polsek Mamajang Kumpul RT/RW Makassar

Siswi SMK di Makassar Sudah 2 Bulan Tinggalkan Rumah, Ibu: Pulang Maki Nak!

Rabu, 04 Februari 2026 | 19:01 WIB
header img
Kedua orang tua Siswi SMK di Makassar menaruh harapan putrinya Nur Azzahra Putri Ramadhani (16) pulang kembali ke rumah. Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Sudah dua bulan Nur Azzahra Putri Ramadhani (16), siswi kelas II salah satu SMK di Makassar, meninggalkan rumah tanpa kabar. Setiap hari, kecemasan menyelimuti orang tuanya yang berharap aparat kepolisian dapat membantu menemukan dan memulangkan sang anak ke pelukan keluarga.

Kronologi Pergi darI Rumah

Ibu korban, Susanti Dewi Adriani, menceritakan kronologi kepergian putri sulungnya itu. Nur Azzahra diketahui pergi dari rumah pada Kamis, 18 Desember 2025. Hingga awal Februari 2026, keberadaannya masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarga.

Susanti menduga kepergian anak perempuannya berkaitan dengan teguran dan nasihat atas nilai akademik yang belakangan menurun. Ia menegaskan, tidak pernah ada kekerasan dalam rumah tangga sebagaimana isu yang sempat beredar.

“Saya cuma menasihati soal nilai sekolah. Saya bilang, kalau memang tidak bisa sekolah, mungkin lebih baik ke pesantren. Hanya itu. Tidak ada bentakan, tidak ada kekerasan,” ujar Susanti kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Dua hari setelah percakapan tersebut, Nur Azzahra meninggalkan rumahnya di Jalan Ujung Bori, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala. Ia pergi tanpa pamit dan tanpa meninggalkan pesan, membuat kedua orang tuanya diliputi kecemasan yang tak berujung.

Harapan sempat muncul ketika keluarga menerima informasi dari teman-teman korban. Tiga hari setelah Azzahra menghilang, keluarga mendapat kabar bahwa titik terakhir keberadaan remaja tersebut diduga berada di Kalimantan Timur.

Orang Tua Lapor Polisi

Berbekal informasi itu, Susanti melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Makassar pada 21 Desember 2025. Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Informasi Nomor LI 1871/XIURES 1.24/2025/RESKRIM, dengan harapan polisi dapat membantu menelusuri keberadaan anaknya.

Namun hingga hampir dua bulan berlalu, Susanti mengaku belum menerima perkembangan berarti dari laporan tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian masih meminta keluarga untuk bersabar.

“Jawaban dari penyidik cuma satu, sabar. Sudah hampir dua bulan, belum ada tindakan nyata,” katanya dengan nada lirih, menahan harap agar putrinya segera pulang.

Di tengah penantian panjang itu, Susanti menyampaikan pesan terbuka kepada putrinya. Dengan suara bergetar, ia meminta Nur Azzahra untuk kembali ke rumah.

“Kalau kamu dengar ini, pulanglah maki nak. Ibu tidak marah. Tidak ada dendam. Kami semua sayang sama kamu,” ucapnya sambil menahan tangis.

Ia juga menitipkan doa kepada siapa pun yang mungkin mengetahui keberadaan anaknya.

“Saya cuma minta, siapa pun yang menemukan anak saya, semoga Allah mudahkan hidupnya seumur hidup. Itu doa seorang ibu,” tutup Susanti.

Untuk mempercepat pencarian, pihak keluarga juga telah meminta pendampingan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Selatan pada awal Februari 2026. Pendampingan ini diharapkan dapat membuka jalan koordinasi lintas daerah demi menemukan Nur Azzahra.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut