Cium Kening Istri Sebelum Balik ke Sel, Pernikahan Sopir Truk Tahanan di Pangkep Bikin Haru Keluarga
PANGKEP, iNewsCelebes.id - Sebuah momen tak biasa terjadi di Mapolres Pangkep, Sulawesi Selatan. Selasa, (11/02/2026) kemarin.
Seorang tahanan tetap menjalani prosesi akad nikah di dalam kantor polisi meski tengah berhadapan dengan proses hukum. Usai ijab kabul, mempelai pria kembali ke ruang tahanan untuk melanjutkan masa penahanannya.
Di balik tembok Mapolres Pangkep, kisah cinta itu terukir dalam kesederhanaan. Bukan di gedung pernikahan mewah, melainkan di musala kantor polisi, seorang pemuda resmi melepas masa lajangnya.
Pemuda berinisial MAR (19), warga Kabupaten Takalar, menikahi kekasihnya saat masih berstatus terduga dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep.
Insiden yang melibatkan mobil truk kontainer itu mengakibatkan satu keluarga tertimpa kendaraan dan terjadi hanya beberapa hari sebelum hari pernikahan yang telah direncanakan.
Karena proses hukum masih berjalan, pihak kepolisian mengambil kebijakan humanis dengan tetap mengizinkan akad nikah berlangsung. Namun, prosesi digelar secara sederhana dan khidmat di dalam Mako Polres Pangkep.
Pernikahan berlangsung layaknya prosesi pada umumnya. Kedua mempelai mengucap janji suci, mas kawin diserahkan, diikuti momen haru saat mempelai pria mencium kening istrinya dan sesi foto bersama keluarga. Tangis bahagia pun mewarnai suasana.
Sebelum akad dimulai, MAR dan mempelai wanita, ST, mengenakan busana pengantin adat Bugis-Makassar. Dengan pengawalan anggota Satlantas Polres Pangkep, keduanya berjalan dari ruang Unit Gakkum menuju musala tempat akad digelar.
Polisi menyebut, sebelum kecelakaan terjadi, pasangan tersebut telah merencanakan pernikahan bahkan menyebarkan undangan. Demi menjaga niat baik keduanya, akad pun tetap dilaksanakan meski dalam situasi yang tidak biasa.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pangkep Ipda Fadlan Habib mengatakan keputusan itu diambil atas petunjuk Kapolres sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Atas petunjuk dari Bapak Kapolres, kami dari Satlantas Polres Pangkep memfasilitasi dilangsungkannya pernikahan antara tahanan dengan calon istrinya. Alhamdulillah, prosesi akad nikah dapat dilaksanakan di Musala Mako Polres Pangkep. Musibah yang dialami keluarga tersangka ini diharapkan dapat menjadi berkah. Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pengayom dan pelindung masyarakat,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, sebelum kecelakaan terjadi, terduga pelaku memang telah memiliki rencana menikah di kampung halamannya.
Namun karena harus menjalani proses hukum, kepolisian mengambil jalan tengah agar pernikahan tetap terlaksana tanpa mengabaikan aturan.
Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut. Air mata keluarga dan senyum para saksi menjadi bukti bahwa kebahagiaan tak selalu hadir dalam kondisi sempurna.
Setelah akad selesai, mempelai pria kembali ke ruang tahanan. Sementara itu, status hukumnya masih dalam tahap penyelidikan dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Peristiwa ini menjadi potret sisi humanis kepolisian. Di tengah penegakan hukum, nilai kemanusiaan tetap dikedepankan—bahwa dari sebuah musibah, dapat lahir sebuah ikatan suci.
Editor : Muhammad Nur