get app
inews
Aa Text
Read Next : Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Berjenis Kelamin Perempuan

Imbas Sajikan Kentang Goreng Pengganti Nasi, SPPG Mappasaile Ditutup Sementara

Rabu, 11 Februari 2026 | 16:33 WIB
header img
SPPG Mappasaile, Kabupaten Pangkep ditutup sementara. Foto: Udin Syahrudin

PANGKEP, iNewsCelebes.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mappasaile ditutup sementara setelah muncul isu terkait porsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut menyajikan kentang goreng sebagai pengganti nasi.

Penutupan dilakukan sejak Senin (9/2/2026) guna mempermudah proses evaluasi sekaligus menindaklanjuti keluhan yang beredar di masyarakat.

Tim Pengawas SPPG Kodim 1421/Pangkep, Serka Imran Usman, mengatakan pihaknya langsung turun melakukan pengecekan setelah kabar tersebut ramai di media sosial.

“Ada masalah naik ke media, jadi kami dari pihak Kodim turun mengecek kenapa bisa terjadi seperti itu yang dilontarkan ke media sosial,” ujar Imran.

Ia menjelaskan, dalam struktur SPPG terdapat koordinator kecamatan (korcam) dan koordinator wilayah (korwil) yang bertugas melaporkan setiap kejadian ke pusat. Menurutnya, korwil telah menyampaikan laporan terkait polemik tersebut kepada pimpinan melalui jalur komunikasi resmi.

Keputusan penghentian sementara, kata Imran, merupakan kewenangan Direktur Pemantauan dan Pengawasan (Dirpawas) Badan Gizi Masyarakat (BGM), Rudi.

Saat ini, status SPPG Mappasaile masih diberhentikan sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat.

“Yang berhak memberhentikan sementara adalah Dirpawas. Statusnya sekarang masih dihentikan sementara sambil menunggu arahan berikutnya,” katanya.

Imran menambahkan, pihak wilayah berharap persoalan ini segera selesai karena dampaknya dirasakan oleh siswa penerima manfaat serta relawan yang untuk sementara tidak dapat bekerja.

Ia juga menegaskan, hasil pengecekan awal menunjukkan menu yang disajikan sebenarnya telah sesuai standar gizi berdasarkan penjelasan ahli gizi.

“Fokus masalahnya satu, yaitu menu yang diberitakan tidak memenuhi standar gizi. Namun dari penjelasan ahli gizi, jumlah gizinya sudah sesuai, dan itu juga sudah kami laporkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Mappasaile, Evi Irviyanti, membenarkan adanya penutupan sementara. Namun, ia belum dapat memberikan keterangan rinci karena masih mengikuti rapat daring.

“Iya pak, tapi ini saya sedang zoom dulu, nanti baru telepon lagi karena ada laporan yang harus saya selesaikan. Soal penutupan, kami juga sudah membuat klarifikasi melalui video,” singkat Evi.

Hingga kini, pihak terkait masih menunggu hasil evaluasi untuk menentukan kapan layanan SPPG Mappasaile dapat kembali beroperasi.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut