Pisang Epe dan Cerita Ngabuburit di Pantai Losari Makassar
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Menjelang senja di bulan Ramadan, kawasan Anjungan Losari selalu memiliki daya tarik tersendiri. Di tempat ini, kebersamaan, kuliner, dan suasana laut berpadu menjadi ritual ngabuburit yang dinantikan warga Makassar.
Sejak sore hari, Anjungan Losari mulai dipenuhi masyarakat yang sengaja datang untuk menghabiskan waktu sambil menunggu azan magrib. Semilir angin laut menyapu kawasan pesisir, berpadu dengan aroma pisang bakar yang mengepul dari deretan lapak pedagang pisang epe, kuliner khas yang seolah menjadi ikon berbuka puasa di Makassar.
Pisang epe dibuat dari pisang kepok yang dipanggang di atas bara api, lalu dijepit hingga pipih sebelum disiram saus gula merah hangat. Proses “epe” atau penjepitan inilah yang memberi karakter unik pada kudapan tradisional tersebut. Sejak puluhan tahun lalu, pisang epe telah melekat erat dengan kawasan Pantai Losari dan menjadi favorit lintas generasi.
Tak hanya varian klasik dengan gula merah dan kelapa, kini pisang epe hadir mengikuti selera zaman. Beragam topping seperti cokelat, keju, susu kental manis, hingga durian saat musimnya, membuat pilihan semakin beragam. Rasanya manis dan cukup mengenyangkan, pas sebagai sajian pembuka setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Bagi banyak warga, ngabuburit di Losari bukan sekadar mencari makanan. Anak-anak berlarian di ruang terbuka, orang tua berbincang santai, sementara para pekerja melepas penat sambil menikmati panorama matahari terbenam. Semua menyatu dalam suasana Ramadan yang hangat dan akrab.
Editor : Muhammad Nur