get app
inews
Aa Text
Read Next : Berburu Takjil Ramadan di Stadion Andi Mappe Pangkep, dari Es Teler hingga Jalangkote Tersedia

Pisang Epe dan Cerita Ngabuburit di Pantai Losari Makassar

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:16 WIB
header img
Pisang Epe jadi sajian menu berbuka puasa di Anjungan Pantai Losari, Makassar. Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Menjelang senja di bulan Ramadan, kawasan Anjungan Losari selalu memiliki daya tarik tersendiri. Di tempat ini, kebersamaan, kuliner, dan suasana laut berpadu menjadi ritual ngabuburit yang dinantikan warga Makassar.

Sejak sore hari, Anjungan Losari mulai dipenuhi masyarakat yang sengaja datang untuk menghabiskan waktu sambil menunggu azan magrib. Semilir angin laut menyapu kawasan pesisir, berpadu dengan aroma pisang bakar yang mengepul dari deretan lapak pedagang pisang epe, kuliner khas yang seolah menjadi ikon berbuka puasa di Makassar.

Pisang epe dibuat dari pisang kepok yang dipanggang di atas bara api, lalu dijepit hingga pipih sebelum disiram saus gula merah hangat. Proses “epe” atau penjepitan inilah yang memberi karakter unik pada kudapan tradisional tersebut. Sejak puluhan tahun lalu, pisang epe telah melekat erat dengan kawasan Pantai Losari dan menjadi favorit lintas generasi.

Tak hanya varian klasik dengan gula merah dan kelapa, kini pisang epe hadir mengikuti selera zaman. Beragam topping seperti cokelat, keju, susu kental manis, hingga durian saat musimnya, membuat pilihan semakin beragam. Rasanya manis dan cukup mengenyangkan, pas sebagai sajian pembuka setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Bagi banyak warga, ngabuburit di Losari bukan sekadar mencari makanan. Anak-anak berlarian di ruang terbuka, orang tua berbincang santai, sementara para pekerja melepas penat sambil menikmati panorama matahari terbenam. Semua menyatu dalam suasana Ramadan yang hangat dan akrab.

Saat azan magrib berkumandang, pisang epe pun kerap menjadi hidangan pertama yang disantap. Harganya yang ramah di kantong serta cita rasa khas membuat kuliner ini tetap bertahan sebagai pilihan utama berbuka puasa di kawasan pesisir Makassar.

Kepala UPT Losari, Muliyani Rosa, menyebut aktivitas pedagang di kawasan Anjungan Pantai Losari meningkat signifikan selama bulan Ramadan.

“Untuk pedagang yang kami fokuskan, ada sekitar 90 pedagang pisang epe dan 70 pedagang asongan. Satgas kebersihan kami berjumlah 40 orang yang bertugas di sepanjang anjungan Pantai Losari kurang lebih 1,7 kilometer. Penugasannya dibagi per area,” ujar Muliyani.

Sementara itu, Sabri, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja memilih pisang epe sebagai menu berbuka puasa bersama rekan-rekan kerjanya.

“Kami buka puasa pakai pisang epe original bersama teman-teman kantor. Pisang epe ori itu pakai gula merah dan kelapa. Rasanya manis, cocok untuk berbuka puasa,” katanya.

Menurut Sabri, pisang epe bukan sekadar makanan, tetapi juga identitas Kota Makassar yang sudah dikenal luas oleh wisatawan.

“Pisang epe ini memang ciri khas Makassar. Sudah lama dan banyak diminati wisatawan dari luar kota,” pungkasnya.

Dengan kesederhanaannya, pisang epe terus menjaga denyut tradisi Ramadan di Anjungan Losari, menghadirkan rasa hangat, kebersamaan, dan syukur di setiap waktu berbuka.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut