Lima Kecamatan di Makassar Terendam Banjir Usai Hujan Deras
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar menyebabkan banjir dan genangan air di lima kecamatan, Senin. Sejumlah ruas jalan dilaporkan tergenang dengan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa di beberapa lokasi.
Titik banjir terparah terjadi di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang. Di lokasi tersebut, ketinggian air mencapai sekitar 100 sentimeter sehingga aktivitas warga terganggu dan kendaraan sulit melintas.
Genangan juga terjadi di Kompleks Kodam III (Kotipa XVI–XII), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Ketinggian air di kawasan ini berkisar antara 0 hingga 30 sentimeter dan sempat membuat akses kendaraan tidak dapat dilalui.
Sementara itu, genangan dengan ketinggian 0–20 sentimeter terpantau di Jalan Kecaping Raya Blok 8, Kecamatan Manggala, namun masih bisa dilalui kendaraan. Banjir setinggi sekitar 30 sentimeter juga merendam RW 6 Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea.
Selain itu, terowongan Rappokalling, Kecamatan Tallo, turut tergenang air setinggi kurang lebih 40 sentimeter, sehingga pengendara diminta berhati-hati saat melintas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan genangan di Jalan Rappokalling Raya, Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, mulai berangsur surut. Pihaknya langsung menurunkan Satuan Tugas Drainase setelah menerima laporan dari warga.
“Untuk genangan di Jalan Rappokalling Raya, kami sudah menurunkan dua kelompok satgas. Fokus utama saat ini membersihkan sampah yang menyumbat saluran air,” ujar Zuhaelsi.
Ia menjelaskan, tumpukan sampah yang terbawa arus hujan deras menjadi penyebab utama tersendatnya aliran air. Setelah dilakukan pembersihan dan normalisasi saluran, debit air mulai berkurang dan kondisi perlahan membaik.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyampaikan pihaknya telah mendirikan posko siaga di sejumlah titik terdampak banjir.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota, BPBD melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) mendirikan posko serta melakukan evakuasi warga di beberapa lokasi banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh personel TRC telah disebar ke lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga. Selain evakuasi, petugas juga melakukan asesmen cepat guna mengetahui tingkat keparahan banjir dan kebutuhan mendesak masyarakat.
“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait. Perahu karet serta perlengkapan evakuasi juga telah kami siagakan untuk mengantisipasi peningkatan debit air,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Nur