get app
inews
Aa Text
Read Next : Keseruan Ngabuburit Bareng Pencinta Drone di Makassar, Padukan Hobi dan Aksi Sosial Bagi Takjil

Kakak Tikam Adik Kandung hingga Tewas di Makassar, Pelaku Diringkus di Pelabuhan Samarinda

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:38 WIB
header img
Kakak Tikam Adik Kandung hingga Tewas di Makassar, Pelaku Diringkus di Pelabuhan Samarinda. Foto: Ardi Wira

MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Aparat kepolisian menangkap pria bernama M. Hardi alias Ardi (27), buron kasus penikaman terhadap adik kandungnya Ayyub Febriansyah (25) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku dibekuk setelah buron selama dua bulan.

Penangkapan dilakukan oleh Resmob Polda Sulsel bersama Polsek Bontoala, di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (25/2). Peristiwa kejam itu terjadi di Jalan Gunung Latimojong, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Senin (1/12/2025) pagi.

"Resmob Polda Sulsel bersama Polsek Bontoala melakukan penangkapan pelaku tindak pidana penganiayaan yang menghilangkan nyawa orang lain," ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, pada Rabu (25/2/2026).

Wawan mengatakan, kasus tersebut dipicu konflik keluarga antara pelaku dan korban yang merupakan kakak beradik kandung. Perselisihan bermula saat korban dituduh membiarkan kamar pelaku dalam kondisi berantakan.

“Jadi memang antara pelaku dan korban ini adik kakak kandung. Kejadiannya sebetulnya karena sakit hati, ada konflik keluarga,” katanya.

Menurut Wawan, korban yang merasa tersinggung sempat terlibat perkelahian dengan pelaku. Pertikaian itu sempat dilerai pihak keluarga dan korban mengira persoalan telah selesai setelah sepekan berlalu.

"Korban dituduh membiarkan kamar pelaku di rumahnya itu berantakan, (hingga) korban yang merasa tersinggung akhirnya berkelahi dengan pelaku. Pada saat itu kemudian dilerai oleh keluarganya, hingga satu minggu setelahnya korban berpikiran masalah sudah selesai," jelas Wawan.

Namun pelaku masih menyimpan dendam. Sepekan setelah perkelahian, Ardi mengambil barang-barangnya dari rumah sambil membawa sebilah parang, lalu mendatangi korban di sebuah warung makan dan terlibat cekcok yang berujung pada penikaman sebanyak lima kali terhadap adik kandungnya.

"Pelaku yang pada minggu lalu mengambil barang-barang beserta parang itu berniat untuk melakukan penusukan atau penganiayaan kepada korban. Hinga akhirnya terjadilah sampai dikejar korban ke warung makan di mana korban sedang melakukan makan siang," ungkap Wawan.

"Jadi sudah dilakukan perkelahian, kemudian juga ditikam (korban) oleh pelaku sebanyak lima tusukan sampai korban meninggal dunia," tutup Wawan.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut