get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Buka Puasa Wilayah Makassar Hari Ini 11 Ramadan 1447 H

Buntut Kasat Narkoba Torut Ditangkap, Aktivis Mahasiswa Desak Polda Sulsel Bersih-Bersih Internal

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:21 WIB
header img
Ilustrasi, Polda Sulsel diminta evaluasi besar-besaran pasca penangkapan Kasat Narkoba Polres Tiraja Utara. (Foto: Istimewa).

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Buntut penangkapan Kepala Satuan (Kasat) dan Kepala Unit (Kanit) Narkoba Polres Toraja Utara terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan perkara narkotika menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kasus tersebut dinilai membuka kembali persoalan lama terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan narkoba di wilayah Polda Sulawesi Selatan.

Ketua Lembaga Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi), Fahim menilai fenomena tersebut merupakan pelanggaran serius yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sebagai aparat penegak hukum.

“Kami sangat prihatin dan kecewa mendengar adanya dugaan keterlibatan oknum polisi dalam jaringan narkoba. Aparat seharusnya melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, namun ironisnya justru diduga terlibat dalam kejahatan tersebut,” ujar Fahim kepada wartawan di Makassar.

Fahim menyebutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun Gerak Misi, dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus narkoba kerap mencuat dan menjadi isu berulang di tengah masyarakat. Bahkan, menurutnya, fenomena tersebut telah berkembang menjadi rahasia umum.

Ia menilai keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba sangat berbahaya karena aparat memiliki akses, kewenangan, serta pemahaman sistem hukum yang berpotensi disalahgunakan, mulai dari menutupi kejahatan, menghambat proses penyidikan, hingga melindungi pelaku.

“Hal ini tentu membuat upaya pemberantasan narkoba menjadi jauh lebih sulit dan tidak efektif,” tegasnya.

Fahim menegaskan, Gerak Misi akan terus memantau perkembangan kasus tersebut serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengungkap dugaan penyalahgunaan wewenang, termasuk yang diduga terjadi di wilayah Polres Toraja Utara.

Selain itu, ia mendorong langkah pencegahan melalui peningkatan pengawasan internal yang lebih ketat, pemeriksaan berkala terhadap personel, serta restrukturisasi organisasi di satuan reserse narkoba baik di tingkat Polda maupun Polres di Sulawesi Selatan.

Sebagai bentuk tekanan moral, Fahim menyatakan pihaknya berencana menggelar aksi unjuk rasa dengan melibatkan berbagai elemen organisasi. Aksi tersebut direncanakan berlangsung di depan Markas Polda Sulawesi Selatan serta sejumlah ruas jalan utama di Makassar.

Melalui aksi tersebut, massa akan mendesak Divisi Profesi dan Pengamanan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan satuan reserse narkoba di jajaran Polda dan Polres se-Sulawesi Selatan.

“Kami meminta adanya restrukturisasi organisasi secara total sebagai langkah penyegaran dan upaya memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” pungkas Fahim.

Ia menambahkan, Gerak Misi berharap evaluasi internal dapat segera dilakukan agar penanganan kasus narkoba ke depan berjalan lebih transparan, profesional, dan akuntabel.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut