Polisi Akan Razia Penjual Senjata Mainan Imbas Aksi Perang-Perangan di Makassar
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Aksi perang-perangan menggunakan senjata mainan kian meresahkan warga di Makassar.
Menyikapi fenomena tersebut, Kapolrestabes Makassar Arya Perdana menegaskan pihaknya akan melakukan razia ke toko-toko penjual senjata mainan.
“Kami akan cek penjualan senjata mainan, apakah sudah berstandar SNI atau belum, dan apakah ada izin edar. Ini akan kami lakukan,” tegas Arya kepada iNewsCelebes.id.
Arya menjelaskan, perang-perangan senjata mainan merupakan pergeseran dari aksi-aksi sebelumnya yang kerap dilakukan kelompok remaja, seperti tawuran, konvoi motor, hingga penggunaan panah busur.
Meski berbentuk mainan, aktivitas tersebut dinilai berbahaya karena kerap dilakukan di jalan umum dengan kejar-kejaran menggunakan sepeda motor.
“Kalau dilakukan di tempat tertentu yang tidak mengganggu masyarakat sebenarnya tidak masalah. Tapi sekarang sudah dilakukan di pinggir jalan dan itu membahayakan,” ujarnya di Mapolrestabes Makassar, Minggu (1/3/2026).
Ia menambahkan, senjata mainan tetap memiliki potensi melukai, terutama jika mengenai bagian tubuh sensitif seperti mata. Selain itu, aksi tersebut juga berisiko memicu kecelakaan lalu lintas dan konflik lanjutan antar kelompok remaja.
“Motor lewat, ada perang-perangan, orang bisa terjatuh, terluka, bahkan bisa memicu tawuran karena ketersinggungan,” lanjut Arya.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak melakukan aksi perang-perangan tersebut, terlebih di bulan Ramadan.
“Gunakan bulan Ramadan ini untuk beribadah dengan khusyuk, jangan melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, polisi rutin melakukan patroli dan membubarkan kelompok remaja yang kedapatan melakukan perang-perangan. Para remaja yang terjaring akan didata, diberi peringatan, serta melibatkan orang tua dan aparat setempat agar tidak mengulangi perbuatannya.
Selain razia toko mainan, kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya remaja, untuk tidak melakukan aksi perang-perangan, terlebih di bulan Ramadan, demi menjaga keamanan dan ketertiban umum di Kota Makassar.
Editor : Muhammad Nur