get app
inews
Aa Text
Read Next : Arus Mudik Laut di Pangkep, UPP Maccini Baji Siapkan Life Jacket Gratis untuk Kapal Tradisional

Ramp Check Bus di Pangkep, Petugas Temukan Kendaraan Tak Layak Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 08:44 WIB
header img
Ramp Check Bus di Pangkep, Petugas Kepolisian dan Dishub Temukan Kendaraan Tak Layak Jalan. Foto: Udin

PANGKEP, iNewsCelebes.id – Satuan Lalu Lintas Polres Pangkep bersama Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pangkep memperketat pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus yang melintas di jalur Trans Sulawesi, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pemeriksaan dilakukan pada H-3 menjelang Lebaran 2026 guna memastikan keselamatan penumpang yang melakukan perjalanan mudik.

Kasat Lantas Polres Pangkep AKP Adnan Leppang mengatakan, kegiatan ini dilakukan secara gabungan dengan sejumlah instansi terkait, termasuk petugas kesehatan, untuk meminimalkan potensi kecelakaan selama arus mudik.

“Kami melaksanakan ramp check gabungan dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta tim kesehatan. Kegiatan ini untuk melakukan pengecekan terhadap bus yang melintas di wilayah Kabupaten Pangkep,” kata Adnan, Selasa (17/3/2026).

Menurut dia, pemeriksaan tidak hanya menyasar kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi guna memastikan mereka dalam keadaan sehat saat berkendara.

Kendaraan Tak Layak Jalan

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan sejumlah pelanggaran pada beberapa kendaraan bus.

“Ada beberapa temuan, seperti ban kendaraan yang sudah gendut. Tadi ada tiga bus yang kami temukan. Selain itu ada juga pelanggaran seperti lampu sein, lampu belakang, dan lampu rem yang tidak menyala sehingga kami berikan teguran,” ujarnya.

Selain memeriksa kendaraan, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para sopir bus.

Petugas kesehatan memberikan vitamin tambahan kepada pengemudi untuk membantu menjaga stamina selama perjalanan jauh.

“Pengemudi juga diberikan vitamin tambahan untuk meminimalkan rasa kantuk saat berkendara di perjalanan,” kata Adnan.

Adnan menambahkan, hingga hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, volume kendaraan di wilayah Pangkep masih terpantau normal meski pada waktu tertentu terjadi peningkatan.

“Untuk peningkatan volume kendaraan sampai hari ini masih terlihat normal, namun pada waktu tertentu ada sedikit peningkatan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pemudik, Misbah Wati, mengaku akan melakukan perjalanan mudik ke Kabupaten Morowali untuk merayakan Lebaran bersama anaknya.

Ia mengatakan, perjalanan dari Pangkep menuju Morowali memakan waktu sekitar 24 jam menggunakan bus.

“Saya mau mudik ke Morowali, mau lihat anak di sana dan Lebaran di sana. Sudah dua tahun terakhir saya mudik ke sana,” kata Misbah, Selasa (17/3/2026) malam.

Ia mengaku bersyukur karena masih mendapatkan tiket perjalanan tahun ini, terlebih proses pemesanan kini sudah dilakukan secara daring.

“Sekarang kan sudah serba online, jadi kita pesan tiket sudah tahu harganya dan banyak pilihan. Jadi lebih gampang,” ujarnya.

Misbah menambahkan, tarif tiket bus tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau tarif saya rasa masih sama dengan tahun lalu,” katanya.

Ia juga menyebut perjalanan menuju Morowali biasanya disertai beberapa kali pemberhentian untuk beristirahat.

“Kalau ke Morowali itu sekitar 24 jam perjalanan dari Pangkep, biasanya istirahat di jalan dua sampai tiga kali,” ujarnya

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut