Pakai APBD Rp 148 Juta, 21 Istri Anggota DPRD Pangkep Dijadwalkan ke Bali
PANGKEP, iNewsCelebes.id - Sebanyak 21 istri anggota DPRD Kabupaten Pangkep dijadwaljan mengikuti studi tiru ke Provinsi Bali selama tiga hari. Kegiatan tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dengan nilai mencapai Rp 148 juta.
Program tersebut difasilitasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Pangkep. Para peserta merupakan anggota Ikatan Istri Anggota DPRD (Ikatri) yang setiap tahun disebut mendapat alokasi anggaran kegiatan.
Kepala DP3A-KB Pangkep, Nurliah, membenarkan adanya penganggaran rutin untuk kegiatan organisasi istri legislator tersebut. Ia menyebut, dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga bakti sosial.
“Anggarannya setiap tahun memang masuk ke dinas kami. Kegiatannya berupa pertemuan peningkatan kapasitas SDM, bakti sosial, dan studi tiru,” kata Nurliah, Senin (4/5/2026).
Secara keseluruhan, DP3A-KB Pangkep mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk tiga jenis kegiatan Ikatri. Selain studi tiru ke Bali, kegiatan lainnya meliputi sosialisasi, lomba fashion show, serta pembagian bantuan sembako kepada masyarakat.
Namun, porsi terbesar anggaran justru terserap untuk kegiatan studi tiru di Bali yang mencapai Rp 148 juta.
Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A-KB Pangkep, Sundari, menjelaskan kegiatan tersebut akan berlangsung mulai Minggu (10/5/2026). Selama tiga hari, peserta dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda, seperti kunjungan ke pelaku UMKM, melihat proses produksi makanan khas Bali, hingga belajar pembuatan kain batik.
“Ada kunjungan ke UMKM, pabrik makanan oleh-oleh, dan juga agenda ke DPRD Gianyar,” ujar Sundari.
Meski diklaim sebagai upaya peningkatan kapasitas, penggunaan anggaran daerah untuk kegiatan di luar wilayah ini mulai dipertanyakan publik, terutama terkait urgensi dan dampak langsungnya bagi masyarakat.
Di sisi lain, Sekretaris DPRD Pangkep, Arizal Hasan, mengaku tidak mengetahui detail kegiatan tersebut. Ia menegaskan anggaran studi tiru itu tidak berasal dari Sekretariat DPRD.
“Tidak dianggarkan di DPRD. Soal kegiatannya, saya belum tahu pasti,” ujarnya singkat.
Selain Ikatri, DP3A-KB Pangkep juga mengalokasikan anggaran untuk organisasi perempuan lain, yakni Dharma Wanita sebesar Rp 50 juta. Namun, kegiatan tersebut disebut belum direalisasikan.
Rencana studi tiru ini kembali memunculkan perdebatan soal prioritas penggunaan APBD, di tengah tuntutan efisiensi dan kebutuhan masyarakat yang dinilai lebih mendesak.
Editor : Muhammad Nur