get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Gowa Siaga Hadapi El Nino, Fokus Antisipasi Kekeringan

Enam Kecamatan Rawan Kekeringan di Makassar, Distribusi Air Bersih Mulai Disiapkan

Kamis, 16 April 2026 | 18:56 WIB
header img
Wali Kota Makassar, Munafri arifuddin memimpin kesiapsiagaan kekeringan di Makassar. Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Pemerintah Kota Makassar mulai menyiapkan skema distribusi air bersih menyusul potensi kekeringan yang mengancam enam kecamatan akibat fenomena El Nino 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari antisipasi menghadapi musim kemarau ekstrem yang diperkirakan memicu krisis air di sejumlah wilayah.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi El Nino bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat dan terintegrasi dalam menghadapi potensi krisis.

“Melalui forum ini, kita mulai menyusun langkah konkret dan terintegrasi, memastikan setiap perangkat daerah bergerak cepat dan adaptif dalam menghadapi potensi krisis air,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Makassar, Kamis (16/4/2026).

Pemkot Makassar menempatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pusat komando dalam penanganan krisis, khususnya terkait distribusi air bersih ke masyarakat terdampak.

Munafri, yang akrab disapa Appi, menekankan bahwa perencanaan harus disusun secara rinci hingga ke tingkat teknis, mulai dari sumber air, armada distribusi, titik penyaluran, hingga mekanisme pembagian di lapangan.

“Jangan hanya merencanakan, tapi eksekusi harus jelas. Ini akan saya kontrol langsung,” tegasnya.

Menurutnya, krisis air tidak hanya berdampak pada ketersediaan kebutuhan dasar, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, aktivitas pendidikan, hingga konflik sosial di masyarakat.

Selain itu, Pemkot Makassar juga mengantisipasi dampak lanjutan El Nino seperti meningkatnya risiko kebakaran akibat suhu panas dan angin kering, serta lonjakan penyakit seperti ISPA, dehidrasi, penyakit kulit, hingga tuberkulosis (TB).

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan enam kecamatan yang berpotensi terdampak paling parah, yakni Tallo, Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, dan Ujung Tanah.

“Tallo menjadi wilayah paling rawan, terutama di kawasan Buloa yang bahkan saat musim hujan masih mengalami kekurangan air bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, BPBD kini memasuki tahap prasiaga dengan melakukan survei lapangan guna memastikan kondisi terkini sebagai dasar intervensi.

Selain mengandalkan anggaran daerah, Pemkot Makassar juga membuka peluang pendanaan dari luar melalui koordinasi dengan BNPB dan Kementerian BUMN guna memperkuat penanganan.

“Distribusi air bersih menjadi prioritas utama. Kami bentuk operasi terpadu satu komando agar penanganan lebih cepat dan efektif,” tegas Fadli.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Makassar berharap dampak kekeringan akibat El Nino 2026 dapat diminimalisir, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut