Profil Qhoamila Putri, Anak Petani Sidrap yang Lulus Kedokteran UMI lewat Beasiswa Hafidzah
SIDRAP, iNewsCelebes.id - Kabar membanggakan datang dari Desa Bulo Wattang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi selatan (Sulsel). Qhoamila Putri Cahyani Syam, anak petani yang juga seorang hafidzah 30 juz, resmi dinyatakan lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melalui jalur Beasiswa Hafidzah Al-Qur’an.
Qhoamila merupakan putri dari pasangan Syamsul Kahar dan Mutmainnah. Sehari-hari, kedua orang tuanya bekerja sebagai petani di Desa Bulo Wattang.
Meski dengan keterbatasan ekonomi, semangat Qhoamila untuk menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an tidak pernah surut.
Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan Ust. Supriyansa, S.Pd Al-Hafidz, yang juga merupakan paman dari Qhoamila.
Ust. Supriyansa adalah Direktur Markas Al-Qur’an Al-Imam Hafs Bin Sulaiman Al-Kufi (Al-Hafisku), tempat Qhoamila menyelesaikan hafalan 30 juz melalui Program Binaan Khusus.
“Alhamdulillah, ini buah dari doa orang tua, kerja keras ananda Qhoamila, dan wasilah Al-Qur’an. Kami di Al-Hafisku memang fokus melahirkan generasi Qur’ani yang unggul di bidang akademik. Terbukti, hafalan tidak menghalangi cita-cita, justru menjadi jalan pembuka,” ujar Ust. Supriyansa, S.Pd Al-Hafidz, Direktur Al-Hafisku.
Program Binaan Khusus Al-Hafisku memang dirancang untuk santri yang memiliki target hafalan cepat dan berprestasi akademik.
Santri digembleng dengan metode tahfizh intensif sekaligus pendampingan belajar untuk masuk perguruan tinggi favorit.
Ayahanda Qhoamila, Syamsul Kahar, mengaku terharu atas prestasi yang diraih putrinya meski latar belakannya hanya petani.
“Kami hanya petani biasa. Tidak menyangka anak kami bisa jadi calon dokter. Semua karena berkah Al-Qur’an. Terima kasih untuk Ust. Supriyansa dan Al-Hafisku yang sudah membimbing anak kami sampai titik ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ibunda Mutmainnah menambahkan, Qhoamila sejak kecil sudah bercita-cita menjadi dokter agar bisa mengobati orang-orang di kampung.
“Dia bilang, ‘kalau sudah dokter nanti, mau gratiskan berobat untuk orang tidak mampu’. Semoga Allah mudahkan jalannya,” tuturnya.
Beasiswa Hafidzah Qur’an UMI merupakan program apresiasi bagi penghafal 30 juz yang ingin melanjutkan ke berbagai fakultas, termasuk Kedokteran. Penerima beasiswa mendapat pembebasan biaya kuliah penuh hingga lulus.
Keberhasilan Qhoamila Putri Cahyani Syam menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi. Dengan Al-Qur’an, anak petani dari Desa Bulo Wattang, kab. Sidrap pun bisa menembus Fakultas Kedokteran.
Editor : Muhammad Nur