Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mendes Yandri ke Kepala Desa di Sulsel: Isu Warung Ditutup Dekat Koperasi Merah Putih Itu Hoaks
Advertisement . Scroll to see content

Viral Video Truk Hanyut Terseret Arus Deras Sungai Jeneberang Gowa, Warga Histeris!

Kamis, 21 Mei 2026 | 20:58 WIB
  • author Nirwan
Viral Video Truk Hanyut Terseret Arus Deras Sungai Jeneberang Gowa, Warga Histeris!
Viral Truk Hanyut di Sungai Jeneberang Gowa. Foto: Nirwan

GOWA, iNewsCelebas.id - Sebuah video yang memperlihatkan truk hanyut terbawa arus Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.

Kepala BPBD Gowa, Wahyuddin, mengatakan peristiwa itu terjadi di Kampung Bontojai, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, pada Rabu (20/5/2026) kemarin.

Menurutnya, insiden dipicu karena meningkatnya debit air sungai akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu.

“Iya, kejadiannya kemarin sore. Tapi sekarang sudah aman,” kata Wahyuddin kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Dia menuturkan, curah hujan tinggi di wilayah dataran tinggi menyebabkan volume air Sungai Jeneberang meningkat secara signifikan.

“Volume air meningkat di sungai akibat hujan di hulu,” tuturnya.

Wahyuddin menjelaskan, terdapat dua truk di lokasi saat kejadian. Namun, satu unit berhasil dipindahkan ke tempat aman, sementara satu lainnya terseret arus.

“Memang ada dua truk, satu bisa bergerak ke tempat aman, dan satu hanyut. Tapi truk yang hanyut itu sudah ditemukan hari ini,” jelasnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Korban jiwa nihil,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wahyuddin menyebut intensitas hujan di wilayah dataran tinggi Gowa masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini sejalan dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi bencana hidrometeorologi.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang bermukim maupun beraktivitas di daerah aliran sungai (DAS), khususnya di sepanjang Sungai Jeneberang, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami harap masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di DAS, karena curah hujan di wilayah hulu masih tinggi dan bisa menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba,” pungkasnya

Editor: Arham Hamid

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut