Kekeringan Ancam Makassar, Wali Kota Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Pemerintah Kota Makassar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di tengah ancaman musim kemarau dan perubahan iklim yang diperkirakan memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Seluruh elemen masyarakat diminta memperkuat sinergi agar mampu meminimalkan risiko saat bencana terjadi.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun Anggaran 2026 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Selasa (14/7/2026).
Apel diikuti jajaran BPBD, TNI, Polri, Basarnas, perangkat daerah, relawan kebencanaan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana di Kota Makassar.
Dalam amanatnya, Munafri menegaskan penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
"Potensi bencana datang kapan saja, maka penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," ujar Munafri.
Menurutnya, seluruh upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan daerah.
Munafri mengatakan, apel kesiapsiagaan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sekaligus momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.
"Kegiatan ini merupakan momentum untuk menguatkan komitmen, menyatukan langkah, menguji kesiapan personel dan sumber daya, serta memperkokoh sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar," katanya.
Ia menilai latihan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kemampuan masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Selain melalui simulasi kebencanaan, pemerintah juga terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar setiap unsur mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Munafri menegaskan penguatan kesiapsiagaan sejalan dengan visi pembangunan Kota Makassar sebagai kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan. Salah satu implementasinya ialah membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
"Budaya sadar bencana harus menjadi bagian dari karakter masyarakat, di mana setiap individu, keluarga, dan komunitas memiliki pemahaman terhadap risiko, mampu melakukan langkah-langkah mitigasi, serta siap bertindak secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengingatkan Makassar menghadapi sejumlah ancaman bencana berdasarkan kajian risiko, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga banjir rob yang dipengaruhi perubahan iklim.
Menurutnya, perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana sehingga kesiapsiagaan harus terus diperkuat sejak dini.
"Masyarakat harus memiliki kemampuan mengenali ancaman, melakukan penyelamatan secara mandiri, merespons keadaan darurat dengan tepat, serta mampu bangkit kembali setelah bencana," imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Build Back Better, yakni membangun kembali wilayah terdampak secara lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh setelah bencana.
Munafri mengajak seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem penanggulangan bencana berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan keselamatan masyarakat.
"Maka, dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang inovatif dan berpihak pada kepentingan masyarakat," tegasnya.
Di sela apel, BPBD Kota Makassar juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 23 perguruan tinggi di Makassar sebagai langkah memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kerja sama tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang mitigasi bencana.
"Kolaborasi ini menjadi investasi besar dalam membangun sumber daya manusia kebencanaan di Kota Makassar," ujarnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktik langsung di lapangan sesuai kurikulum masing-masing kampus.
BPBD menargetkan sedikitnya 1.000 mahasiswa dari setiap perguruan tinggi, sehingga diperkirakan terbentuk sekitar 23.000 mahasiswa yang memiliki kompetensi dasar di bidang kebencanaan.
"Ketangguhan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan kesiapan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Kota Makassar," kata Fadli.
Ia berharap kolaborasi tersebut melahirkan ekosistem kebencanaan yang melibatkan kalangan akademisi sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus memperluas budaya sadar bencana melalui peran aktif mahasiswa di tengah masyarakat.
Editor : Muhammad Nur