get app
inews
Aa Text
Read Next : Realisasi APBD Makassar 2025 Tembus 98,87 Persen, Kas Daerah Capai Rp700 Miliar

50.342 Warga Makassar Berpotensi Terdampak Kekeringan, BPBD Siaga Salurkan Air Bersih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:18 WIB
header img
Suasana penyaluran air bersih di wilayah Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassra. Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Sebanyak 50.342 warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau. Angka tersebut merupakan hasil asesmen cepat yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan masyarakat yang mengandalkan air tanah sebagai sumber utama air bersih menjadi kelompok paling terdampak akibat menurunnya debit air.

"Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50 persen masyarakat telah terdampak secara langsung, terutama warga yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih," kata Fadli, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, BPBD kini memprioritaskan penanganan bagi masyarakat yang bergantung pada sumber air tanah karena mengalami penurunan ketersediaan air paling signifikan.

"Intervensi penanganan saat ini diprioritaskan kepada masyarakat yang bergantung pada sumber air tanah, karena kelompok inilah yang mengalami penurunan ketersediaan air paling signifikan," ujarnya.

Sementara itu, wilayah yang mendapatkan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar masih tergolong aman sehingga belum menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan air bersih.

"Wilayah yang memperoleh pasokan air dari jaringan PDAM masih berada dalam kondisi relatif aman dan belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan air bersih," tuturnya.

Meski demikian, Fadli mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering yang terus berlangsung mulai memengaruhi ketersediaan sumber air baku PDAM.

"Berdasarkan perkembangan cuaca dan kondisi sumber air baku, cadangan air PDAM diperkirakan akan terus mengalami penurunan," ungkapnya.

Bahkan, apabila musim kemarau berkepanjangan, BPBD memperkirakan cadangan air baku PDAM hanya mampu bertahan sekitar satu bulan ke depan.

"Apabila kondisi cuaca kering seperti saat ini terus berlanjut, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan," jelas Fadli.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Makassar terus memprioritaskan wilayah rentan melalui penyaluran bantuan air bersih serta dukungan sarana pendukung lainnya.

Dalam upaya penanganan, BPBD telah menyiapkan empat unit mobil bak terbuka, 57 tandon air, empat unit pompa air, serta mengerahkan 180 personel untuk membantu distribusi air bersih kepada warga terdampak.

"Sejauh ini kami telah mencatat 173 titik lokasi distribusi yang tersebar di enam kecamatan," pungkas Fadli.

Diketahui BPBD Makassar mencatat titik kekeringan tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Ujung Tanah dengan 17 titik di lima kelurahan, Kecamatan Tallo 36 titik di empat kelurahan, Kecamatan Biringkanaya 58 titik di empat kelurahan, Kecamatan Tamalanrea 27 titik di enam kelurahan, Kecamatan Panakkukang enam titik, serta Kecamatan Manggala 29 titik di empat kelurahan.

Secara keseluruhan, terdapat 27 kelurahan yang terdampak kekeringan. Kondisi tersebut mencakup 12.717 rumah tinggal dengan total 50.342 jiwa atau sekitar 14.564 kepala keluarga (KK).

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut