Menko Pangan Ungkap UMKM Bisa Pameran dan Jual Produk di Koperasi Merah Putih
Selain menjadi pusat distribusi program pemerintah, Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan sebagai motor penciptaan lapangan kerja di desa. Zulhas memperkirakan jika setiap koperasi mempekerjakan enam hingga tujuh orang, maka dari sekitar 80 ribu desa di Indonesia akan tercipta hampir 500 ribu lapangan pekerjaan baru.
"Paling tidak hampir setengah juta orang bisa bekerja. Ini bagian dari upaya membangun ekonomi desa," katanya.
Pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan desa-desa tematik berbasis budidaya ikan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional setelah Indonesia mencapai swasembada beras. Program tersebut diyakini akan kembali membuka peluang kerja bagi lulusan SMA maupun perguruan tinggi.
Di sektor pertanian dan perikanan, Zulhas mengatakan koperasi akan berfungsi sebagai offtaker hasil produksi petani dan nelayan. Koperasi akan membeli gabah sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.
"Kalau harga gabah cuma Rp5.000, kita tentukan Rp6.500, koperasi yang beli. Masa tidak ada manfaatnya? Itu kan menolong petani," ujarnya.
Sementara bagi nelayan, koperasi akan dilengkapi fasilitas cold storage dan pabrik es sehingga hasil tangkapan dapat disimpan saat harga ikan sedang turun.
"Kalau ikan sedang murah dibeli tengkulak, nanti koperasi yang beli dan disimpan di cold storage. Jadi nelayan tidak dirugikan," jelasnya.
Tak hanya itu, Koperasi Merah Putih juga akan menjadi pusat berbagai layanan masyarakat, seperti pembayaran listrik melalui layanan BRILink, distribusi barang melalui kantor pos, hingga penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
Editor : Arham Hamid