Kompol Samuel menjelaskan anak tersebut memiliki keterbatasan dalam berbicara, sehingga mudah mengikuti orang lain.
“Ini anak tuna wicara, bicara masih sulit. Jadi bukan dipaksa ikut, tapi karena keterbatasan komunikasinya,” katanya.
Polisi melakukan pemeriksaan fisik terhadap anak itu di hadapan orang tuanya.
“Tidak ada kekerasan, tidak ada tanda pelecehan. Kami pastikan aman,” ujar Samuel.
Anak itu memang kerap bermain di sekitar lokasi kejadian dan sudah beberapa tahun berada di lingkungan tersebut. Ia sempat ditinggalkan saudaranya untuk pulang mengganti baju sehingga berjalan sendirian.
Hasil penelusuran juga memastikan lansia itu tidak memiliki telepon genggam, tidak berkomunikasi dengan siapa pun, dan tinggal seorang diri. Ia pun tidak tahu bahwa kasus ini viral di media sosial.
Orang tua korban diketahui telah mencabut laporan. Meski begitu, Samuel tetap meminta anggotanya mengambil keterangan lengkap dari pria lansia tersebut. “Ini untuk pendalaman, supaya kalau ada kejadian serupa kita sudah punya catatan,” ujarnya.
Kasus ini kini dinyatakan tidak mengandung unsur pidana.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
