MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Seorang buruh bangunan tersengat listrik di atas atap rumah kos berlantai tiga di Kota Makassar, Sulawesi selatan (Sulsel). Proses evakuasipun berlangsung dramatis.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Jalan Bung Permai, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Jum”at (30/01/2026). Korban diketahui tersengat listrik saat melakukan pengecatan atap rumah kos bersama seorang rekannya.
Korban bernama Djufri (43) akhirnya meninggal dunia setelah sempat dievakuasi oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Makassar dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Makassar.
Detik-detik evakuasi korban terekam saat lima personel Tim Rescue Damkar Kota Makassar berupaya maksimal mengevakuasi Djufri yang berada dalam kondisi setengah sadar di atas atap bangunan lantai tiga. Proses evakuasi dilakukan menggunakan metode vertical rescue dengan peralatan khusus, mengingat posisi korban berada di ketinggian.
Kepala Bidang Penyelamatan Damkar Kota Makassar, Ismail Abdullah, mengatakan laporan kejadian pertama kali diterima melalui call center 112. Tim rescue dari Posko BTP langsung dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar 15 menit kemudian.
“Dari call center 112 kami menerima laporan dan langsung meneruskannya ke tim rescue terdekat. Tim dari Posko BTP segera bergerak dan tiba di lokasi kurang lebih 15 menit,” ujar Ismail di Kantor Damkar Makassar, Jalan Ratulangi.
Ia mengungkapkan, kondisi korban sejak awal sudah mengkhawatirkan. Proses evakuasi juga mengalami hambatan karena posisi korban berada di atap lantai tiga serta kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian.
“Hambatan utama di lapangan karena posisi korban berada di atap bangunan lantai tiga. Namun alhamdulillah tim berhasil melakukan evakuasi secara maksimal menggunakan tandu dan sistem pengikatan,” jelasnya.
Setelah berhasil diturunkan secara dramatis dari ketinggian, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Kota Makassar, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.
Ismail menambahkan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, korban masih dalam kondisi hidup saat proses evakuasi dilakukan.
“Korban masih hidup saat dievakuasi, namun kondisinya memang sudah kritis. Kami sudah berupaya maksimal dan mendoakan yang terbaik,” katanya.
Diketahui, insiden tersengat listrik bermula saat korban tanpa sengaja menyentuh kabel listrik yang membentang di atas kepala ketika sedang melakukan pengecatan atap rumah kos.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
