MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatat kemajuan signifikan dalam hilirisasi hasil riset. Sebanyak 15 produk inovasi karya dosen resmi mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, membuka peluang bagi produk-produk tersebut untuk diproduksi, dipasarkan, dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Penyerahan sertifikat izin edar dilakukan dalam kegiatan Akselerasi Kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) yang berlangsung di Ballroom Hotel Claro Makassar, Sabtu (11/7/2026). Forum ini menjadi wadah memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha guna mempercepat pemanfaatan hasil penelitian menjadi produk yang aman, legal, dan siap memasuki pasar.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa mengatakan keberhasilan memperoleh izin edar BPOM merupakan tonggak penting dalam perjalanan hilirisasi inovasi di lingkungan Unhas.
"Kita patut berbangga karena salah satu persoalan utama selama ini adalah izin edar. Produk obat maupun pangan hasil riset sering kali berhenti pada tahap penelitian," ujar Prof. Jamaluddin.
Menurut Prof. Jamaluddin, tantangan terbesar selama ini bukan hanya menghasilkan riset berkualitas, tetapi memastikan hasil penelitian memenuhi regulasi sehingga dapat diproduksi dan dimanfaatkan masyarakat.
"Hari ini kita membuktikan bahwa inovasi kampus dapat memperoleh legalitas. Tahun ini kami menargetkan sekitar 200 produk inovasi lainnya menyusul memperoleh izin edar," tegasnya.
Ia menambahkan, Unhas terus mendorong transformasi riset menuju pemanfaatan oleh publik melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah dan dunia industri sebagai bagian dari proses hilirisasi.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar menegaskan BPOM tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang berdaya saing.
"BPOM tidak sekadar memberikan stempel. Kami ingin memastikan produk hasil hilirisasi dapat berkembang, dipasarkan secara nasional, bahkan memiliki peluang untuk diekspor ke pasar global," jelas Prof. Taruna.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
