SPPG Bonto-Bontoa Proses Sterilisasi
Sementara itu, Kepala SPPG Bonto-Bontoa, Fadli, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan memperketat proses sterilisasi.
“Proses sterilisasi sebenarnya sudah sesuai juknis dari BGN. Namun dengan kejadian ini, tentu kami harus lebih waspada dan memperkuat pengawasan,” kata Fadli.
Menurut Fadli, pihaknya rutin melakukan uji organoleptik sebelum makanan didistribusikan. Ia menduga ulat tersebut berasal dari buah rambutan yang disajikan pada menu hari itu.
“Kemungkinan dari buah. Hari ini memang ada buah rambutan,” ujarnya.
Pasca kejadian, SPPG akan memperketat seluruh tahapan, mulai dari pembersihan bahan, proses memasak, hingga distribusi makanan.
“Ompreng atau rantang harus dicek lebih teliti. Setelah makanan jadi, tetap dilakukan pengecekan kebersihan dan ketelitian sebelum disalurkan,” tegasnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
