Untuk memastikan akurasi, Kemenag melakukan pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengamatan ini melibatkan Kantor Wilayah Kemenag, Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, hingga instansi terkait lainnya.
Sejumlah lokasi strategis menjadi titik pemantauan, mulai dari Aceh hingga Papua. Di wilayah barat Indonesia, pengamatan dilakukan di observatorium dan kawasan pesisir, sementara di Pulau Jawa mencakup berbagai titik seperti masjid besar, pantai, hingga fasilitas pendidikan.
Adapun wilayah Indonesia bagian timur, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua, juga turut berperan penting dalam proses rukyat untuk memastikan keseragaman data nasional.
Seluruh hasil pemantauan dari ratusan titik tersebut kemudian menjadi bahan utama dalam sidang isbat sebelum pemerintah secara resmi mengumumkan penetapan Hari Raya Idulfitri kepada masyarakat.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
