MALANG, iNewsCelebes.id - Delegasi Pemerintah Kota Makassar melakukan kunjungan studi tiru ke TPS3R Mulyoagung Bersatu, Kabupaten Malang, Kamis (7/5/2026), guna mempelajari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dinilai berhasil menekan volume residu hingga di bawah 15 persen.
Rombongan terdiri atas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dewan Lingkungan, Badan Riset Daerah (Brida), para camat, dan lurah. Dalam kunjungan tersebut, delegasi melihat langsung proses pengolahan sampah organik dan anorganik yang dijalankan secara mandiri oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Ketua Tim Riset Brida Kota Makassar, Dodi Agriyanto, mengatakan keberhasilan TPS3R Mulyoagung tidak bertumpu pada teknologi mahal, melainkan pada sistem sosial dan budaya masyarakat yang terbentuk dengan baik.
“Yang paling kuat di sini bukan alatnya, tetapi manusianya. Mereka berhasil membangun budaya memilah dan budaya tanggung jawab. Sampah dikelola sebagai sumber daya ekonomi, bukan sekadar residu kota,” ujar Dodi.
Menurut dia, model pengelolaan sampah di Mulyoagung membuktikan bahwa pengurangan sampah tidak harus dimulai dari investasi besar pemerintah, melainkan dapat berjalan melalui pemberdayaan masyarakat.
Di TPS3R Mulyoagung, sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan ternak melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Sementara sampah anorganik dipilah berdasarkan jenis material dan polimer untuk meningkatkan nilai jual ke industri daur ulang.
Dodi Agriyanto menegaskan, masa depan kota-kota besar akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka mengelola sampah secara lokal dan partisipatif.
“Kota modern bukan kota yang paling banyak membuang sampah, tetapi kota yang paling sedikit menghasilkan residu. Dan itu hanya bisa dicapai jika masyarakat menjadi pelaku utama,” tegasnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
