Mapalasta UIN Alauddin Makassar Ambil Peran dalam Riset POSTCHE GBB di Bulu Bawakaraeng

Arham Hamid
Mapalasta UIN Alauddin Makassar ambil peran strategis dalam riset nasional POSTCHE GBB di Bulu Bawakaraeng. Foto: Arham Hamid

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung kajian lingkungan dan kemanusiaan di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng.

Mapalasta sendiri merupakan organisasi pecinta alam berbasis Islam yang berdiri sejak tahun 1993 di lingkungan kampus IAIN Alauddin Makassar sebelum bertransformasi menjadi UIN Alauddin Makassar.

Selain bergerak dalam bidang kepencintaalaman dan lingkungan, organisasi ini juga berfungsi sebagai wadah pengembangan kemampuan akademik, keilmuan, serta pengabdian mahasiswa dalam isu sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.

Penelitian POSTCHE-GBB juga mengangkat dimensi spiritual masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam Gunung Bulu Bawakaraeng.

Menurut Dr. Andi Yaqub, pendekatan ekoteologi dalam riset ini sejalan dengan program prioritas ekoteologi Kementerian Agama RI yang menekankan harmonisasi antara nilai keagamaan dan pelestarian lingkungan.

“Tim merekam berbagai praktik adat, situs sakral, dan aktivitas spiritual masyarakat sebagai bagian dari upaya memahami relasi manusia, alam, dan nilai spiritual dalam proses pemulihan kawasan,” jelasnya.

Seluruh data lapangan dikumpulkan menggunakan instrumen terintegrasi ekoteologi yang mencatat koordinat lokasi, kondisi cuaca, suhu, kelembapan, dokumentasi visual, hingga catatan kualitatif.

Jalur observasi juga direkam dalam format digital untuk mendukung penyusunan peta restorasi kawasan secara komprehensif.

Untuk memperkuat analisis, tim menggunakan pendekatan Participatory Ecotheological Assessment (PEA), yakni metode kajian ekosistem yang mengintegrasikan perspektif ilmiah dengan nilai spiritual serta kearifan lokal masyarakat.

Hasil validasi data lapangan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan Ecotheological Humanitarian Restoration Framework (EHRF) yang direncanakan dibahas lebih lanjut melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan nasional dan internasional pada Juni 2026 mendatang.

Melalui keterlibatan dalam riset tersebut, Mapalasta berharap kegiatan penelitian kolaboratif dapat menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas mahasiswa dalam isu lingkungan, kemanusiaan, dan pelestarian kawasan secara berkelanjutan.

Editor : Muhammad Nur

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network