Ia kembali menegaskan bahwa seluruh program pembangunan dijalankan berdasarkan perencanaan dan kemampuan anggaran pemerintah.
"Kita bekerja sesuai dengan perencanaan dan program. Kalau cukup uang saya akan kerjakan semua bahkan dengan pakai emas kalau perlu," tambahnya.
Klarifikasi Gubernur Sulsel
Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik di tengah masyarakat. Menanggapi berbagai tanggapan yang berkembang, Andi Sudirman memberikan klarifikasi melalui keterangan resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, pernyataan bahwa jalan provinsi yang rusak dan ditanami pohon pisang "semakin tidak akan dikerjakan" bukan berarti pemerintah tidak akan memperbaiki ruas jalan tersebut.
Ia menjelaskan, pernyataan itu dimaksudkan sebagai ajakan agar masyarakat tidak melakukan aksi yang berpotensi menghambat proses penanganan maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
"Kita pahami penanaman pisang itu bentuk protes masyarakat. Tapi kita sudah memiliki kontrak pekerjaan jalan 1.000 kilometer. Jadi pemerintah bekerja berdasarkan perencanaan, bukan karena ada pohon pisang yang ditanam di jalan," ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap berkomitmen menjalankan Program Pembangunan Jalan Provinsi 1.000 Kilometer melalui skema Multi Years Project (MYP). Program tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai skala prioritas, kesiapan teknis, kontrak pekerjaan, dan kemampuan anggaran daerah.
"Insya Allah semuanya akan ditangani secara bertahap sesuai perencanaan dan kontrak kerja. Yang kita harapkan adalah dukungan masyarakat agar pekerjaan bisa berjalan lancar," katanya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
