Ia menjelaskan proyek pembangunan Stadion Untia menggunakan skema tahun jamak (multiyears) 2026–2027 dengan pagu anggaran sebesar Rp350 miliar yang bersumber dari APBD Kota Makassar. Paket pekerjaan telah diumumkan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Makassar dengan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga, Pembangunan Stadion Untia.
Saat ini proses masih berada pada tahap prakualifikasi dua file sehingga nilai kontrak belum ditetapkan. Setelah prakualifikasi selesai, tahapan akan dilanjutkan dengan evaluasi administrasi, evaluasi teknis, dan penilaian kemampuan peserta.
Pemkot Makassar menargetkan penyedia jasa pembangunan Stadion Untia dapat ditetapkan pada minggu keempat September 2026.
"Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjalankan seluruh proses pengadaan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Zuhaelsi.
Pada tahun pertama, pekerjaan akan difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED), mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, persiapan lapangan, serta pematangan lahan sebagai fondasi konstruksi utama yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
"Pembangunan Stadion Untia merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Makassar," katanya.
"Karena itu, seluruh tahapan kami laksanakan secara bertahap, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan konstruksi agar proyek ini dapat berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran," lanjutnya.
Zuhaelsi optimistis Stadion Untia akan menjadi tonggak baru pengembangan infrastruktur olahraga di Makassar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
"Seluruh tahapan kami laksanakan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku agar pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai perencanaan," tutup Zuhaelsi.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
