SELAYAR, iNewsCelebes.id - Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan membuahkan hasil pada hari keempat pelaksanaan operasi SAR, Sabtu (18/7/2026).
Tim SAR gabungan menemukan lima orang korban dalam kondisi selamat. Kelima korban ditemukan oleh KMN Sinar Matoanging 04 di sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Saat ditemukan, para korban mengapung di laut dan bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan.
Adapun identitas korban selamat yang berhasil ditemukan adalah Sitti Amang (P/55 tahun), Andi Samad (L/62 tahun), Asseng (P/23 tahun), Diska (P/7 tahun) dan Sri Ardita (P/17 tahun).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya untuk melakukan intercept atau penjemputan terhadap para korban.
"Alhamdulillah, kami kembali menerima kabar bahwa lima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh KMN Sinar Matoanging 04 di sekitar Pulau Matallang. Saat ini KN SAR Kamajaya sedang bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan intercept dan mengevakuasi para korban agar segera mendapatkan penanganan medis serta pendataan lebih lanjut," ujar Arif.
Ia menjelaskan, kemampuan para korban bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong nelayan menjadi faktor penting hingga akhirnya mereka berhasil ditemukan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi.
"Penemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya. Kami berharap masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat," tambahnya.
Basarnas Makassar memastikan proses evakuasi akan dilakukan sesuai prosedur, kemudian para korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi pencarian terhadap korban KM Nurul Salsa masih terus dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR gabungan melalui penyisiran laut dan pemantauan area-area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban berdasarkan analisis arus dan kondisi cuaca.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
