Sementara itu, tetangga korban, Mustaming, mengaku sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya Valenth. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah, mudah bergaul, dan sempat berpamitan kepada warga sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.
"Kami semua kaget mendengar kabar ini. Almarhum orangnya baik, ramah, dan mudah bergaul. Sebelum berangkat ke Armenia dia sempat berpamitan kepada kami sebagai tetangga," kata Mustaming.
Sementara itu, sejak kabar tersebut beredar, rumah orang tua korban di Kampung Boko tampak sepi. Tidak terlihat aktivitas keluarga di rumah tersebut dan hanya lampu teras yang masih menyala.
Diketahui, seluruh anggota keluarga berkumpul di rumah adik korban di Makassar sambil menunggu perkembangan informasi mengenai proses pemulangan jenazah dari Armenia.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
